KESATU.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat memberikan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperkuat sinergi mendorong inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, dalam pertemuannya bersama Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M beserta jajaran perangkat daerah terkait di Pendopo Kabupaten Majalengka.
Darwisman menyampaikan bahwa Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas unggulan, baik di sektor pertanian maupun non-pertanian. Identifikasi dan pemetaan komoditas strategis seperti mangga Gedong Gincu, kopi robusta dan arabika, tembakau, jagung, serta produk olahan khas daerah seperti kecap Majalengka, gula cakar, dan kerajinan rotan menjadi langkah penting untuk menyusun program berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing lokal.
“Pendekatan berbasis komoditas unggulan akan memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, sehingga UMKM Majalengka dapat tumbuh lebih tangguh dan adaptif,” ujar Darwisman.
Sebagai tindak lanjut, OJK mendorong pelaksanaan program business matching yang mempertemukan offtaker dengan pelaku UMKM guna memastikan kepastian pasar bagi produk unggulan Majalengka. Melalui skema ini, UMKM diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan pembeli besar, distributor, maupun industri pengolahan yang membutuhkan pasokan bahan baku secara berkesinambungan. Dari sisi perbankan, OJK menekankan pentingnya perluasan akses permodalan yang lebih terjangkau agar pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang.
Data menunjukkan jumlah UMKM di Kabupaten Majalengka mencapai 605.931 pelaku usaha, dengan dominasi pada sektor pertanian sebanyak 425.925 petani. Penyaluran kredit UMKM per 30 November 2025 tercatat sebesar Rp4,31 triliun, menurun 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Indikator perbankan di Kabupaten Majalengka umumnya menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, total aset turun 6,53 persen YoY menjadi Rp5,6 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,65 persen YoY menjadi Rp3,3 triliun, mencerminkan kepercayaan publik yang solid. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 2,96 persen YoY menjadi Rp11,7 triliun, kombinasi indikator tersebut menegaskan fondasi intermediasi yang sehat dan siap menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui ekspansi yang lebih berkualitas.
Baca Juga: Diterjang Defisit, KDM Jamin Akselerasi Pembangunan Jawa Barat Tak Akan Berhenti
Sejalan dengan penguatan akses pembiayaan, Kabupaten Majalengka dinilai berpotensi dikembangkan sebagai Kawasan Komoditas Unggulan Jawa Barat dengan fokus pada mangga Gedong Gincu, domba, itik, serta komoditas perkebunan seperti tebu dan sapi perah. Produk unggulan ini memiliki riwayat dan prospek ekspor yang baik, terutama mangga Gedong Gincu yang telah dikenal sebagai varietas premium dengan permintaan tinggi di pasar Asia dan Timur Tengah.
Bupati Majalengka menyambut baik masukan OJK dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut. “Kami berterima kasih atas dukungan OJK. Pertemuan ini memberikan arah yang jelas bagi kami dalam mengembangkan komoditas unggulan Majalengka. Kami akan menyesuaikan dengan kondisi lokal serta menyusun program konkret, termasuk memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM dan memanfaatkan potensi komoditas unggulan untuk mendukung ketahanan ekonomi daerah,” ujar Bupati Majalengka
