KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat langkah transformasi pelayanan publik melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis dengan Universitas Indonesia (UI) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Penandatanganan tersebut digelar di Balairung Universitas Indonesia, Depok, bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Indonesia ke-76.
MoU antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Universitas Indonesia difokuskan pada pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya penguatan sektor kesehatan. Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan daerah, terutama di RSUD R Syamsudin SH.
Baca Juga: Hadiri Rakernas 2026, Ayep Zaki Dorong Sinkronisasi Program Nasional di Kota Sukabumi
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Dengan adanya kerja sama ini, RSUD R Syamsudin SH akan terus kami dorong menjadi rumah sakit yang lengkap dan unggul di Sukabumi. Pelayanan dan penanganan penyakit akan semakin baik sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan ke luar daerah,” kata Ayep Zaki.
Selain sektor kesehatan, Pemerintah Kota Sukabumi juga menandatangani MoU dengan BP2MI sebagai bagian dari upaya sistematis dalam mengatasi persoalan pengangguran yang masih cukup tinggi.
Baca Juga: Perkuat SDM Tanggap Darurat, DPKP Kabupaten Sukabumi Gelar Pelatihan Damkar di Palabuhanratu
Ayep Zaki menyebutkan, saat ini jumlah pengangguran di Kota Sukabumi mencapai 15.400 orang, sehingga dibutuhkan langkah nyata dan terukur untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Kerja sama dengan BP2MI ini sangat strategis. Kami mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri melalui Dinas Tenaga Kerja agar dapat mengikuti program penempatan pekerja migran, baik ke luar negeri maupun dalam negeri, dengan perlindungan yang jelas dan resmi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penempatan pekerja migran yang terkelola dengan baik tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kontribusi ekonomi daerah.
Melalui sinergi dengan Universitas Indonesia dan BP2MI, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus menghadirkan solusi konkret dalam penanggulangan pengangguran, sejalan dengan visi pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
