KESATUCO – Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Bappeda Kota Sukabumi mencatat berbagai langkah strategis sepanjang 2025 dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi, pangan, pertanian, perikanan, dan sumber daya alam.
Kepala Bidang PSDA, Erni Agus Riyani, menegaskan,sepanjang tahun, PSDA memfasilitasi penyusunan RKPD 2026, verifikasi anggaran perubahan 2025, anggaran murni 2026, serta monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) 2025.
“Kami memastikan seluruh perencanaan pembangunan berjalan terarah, terkoordinasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Safari Ramadan, Farhan: SDM Bandung Harus Mendunia
Selain itu, PSDA memfasilitasi penyusunan RKPD 2026, verifikasi anggaran perubahan 2025, anggaran murni 2026, serta monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) 2025.
“PSDA juga memfasilitasi Rapat Koordinasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT), mengevaluasi pelaksanaan 2025 dan mempersiapkan RKP 2026,” ucapnya
Selain itu, tiga kajian strategis dimulai dari pusat pertumbuhan baru, reaktivasi pasar, dan Rencana Pengembangan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) menjadi dasar kebijakan pengembangan ekonomi daerah ke depan.
Baca Juga: Siskamling Siaga Bencana Jadi Sarana Evaluasi Pemberdayaan Warga, RW 06 Jadi Contoh
Di sektor tematik, PSDA mendampingi perencanaan ketenagakerjaan, ekonomi kreatif, pariwisata, investasi, UMKM, koperasi, perdagangan, dan perindustrian.
“Koordinasi lintas sektor juga diterapkan pada ketahanan pangan dan pengendalian inflasi agar kebijakan lebih preventif dan berkelanjutan,” ungkapnya
Secara makro, PSDA mengawal indikator pembangunan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, pendapatan per kapita, dan gini ratio, sebagai barometer keberhasilan pembangunan Kota Sukabumi.
Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Kecamatan Coblong Gaspol Bersihkan Kebun Binatang Bandung
“Semua upaya sepanjang 2025 ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi Kota Sukabumi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya.
