KESATU.CO – Peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih terbuka luas, khususnya di kawasan Timur Tengah. Meski situasi geopolitik global sempat memunculkan kekhawatiran, permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara tetap berjalan hingga saat ini.
Perwakilan Elite International Recruitment, Stella, mengatakan kebutuhan tenaga kerja dari negara-negara Arab masih cukup stabil.
“Permintaan tenaga kerja masih terus ada, terutama dari negara-negara Arab. Alhamdulillah hingga sekarang peluang kerja tersebut masih terbuka,” ujar Stella dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri membutuhkan waktu yang tidak singkat. Secara umum, proses pengurusan dokumen hingga keberangkatan calon pekerja bisa memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan berharap situasi global, khususnya di wilayah yang sempat mengalami konflik, dapat kembali kondusif sehingga para kandidat dapat bekerja dengan aman.
“Kami tentu mengharapkan kondisi global semakin membaik, sehingga para kandidat yang sudah dipersiapkan dapat berangkat dan bekerja dengan aman serta nyaman,” kata Stella.
Stella juga menegaskan bahwa seluruh proses penempatan pekerja dilakukan melalui jalur resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia maupun negara tujuan.
Menurut dia, pengiriman tenaga kerja harus melalui prosedur yang jelas, mulai dari proses administrasi di dinas ketenagakerjaan hingga koordinasi dengan pihak kedutaan negara tujuan.
“Prosesnya dilakukan secara legal dan melalui sistem yang sudah diatur, termasuk melalui Disnaker dan kedutaan. Jadi seluruh tahapan keberangkatan pekerja terpantau dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga menjalin komunikasi intensif dengan mitra kerja di luar negeri. Bahkan beberapa klien telah bekerja sama dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Sebagian klien kami sudah bekerja sama selama bertahun-tahun. Jika ada perkembangan situasi di negara tujuan, mereka biasanya langsung memberikan informasi kepada kami,” jelas Stella.
Di sisi lain, Stella menekankan pentingnya kesiapan pribadi bagi setiap calon pekerja migran. Ia menilai, bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan yang lebih dari sekadar dokumen perjalanan.
Baca Juga: Pemkot Bandung Perketat Pengawasan, Cosplay Asia Afrika Ikrar Jaga Kenyamanan
Calon pekerja harus memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kesiapan mental, serta pemahaman mengenai budaya dan kondisi negara tujuan.
Menurut Stella, calon pekerja juga sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu mengenai iklim, kebiasaan masyarakat, hingga aturan berpakaian di negara tujuan agar proses adaptasi dapat berjalan lebih mudah.
“Sekarang informasi sangat mudah diakses. Calon pekerja bisa mencari tahu tentang kondisi negara tujuan, termasuk cuaca, budaya, dan kebiasaan masyarakatnya,” katanya.
Ia berharap para pekerja migran Indonesia dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri secara maksimal dengan persiapan yang matang, sehingga pengalaman bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan mereka.
