KESATU.CO – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, menegaskan pentingnya peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya dalam forum evaluasi kinerja lembaga jasa keuangan yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal di Bandung.
Dalam sambutan tertulisnya, Darwisman menyebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 6 persen bukan hal yang mustahil dicapai, asalkan didukung oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang agresif namun tetap sehat. Ia bahkan mendorong agar perbankan mampu mencatatkan pertumbuhan dua kali lipat dari target ekonomi daerah.
“Kalau Jawa Barat ingin tumbuh 6 persen, maka sektor perbankan harus bisa tumbuh lebih tinggi, bahkan kalau bisa mencapai 12 persen untuk kredit maupun pembiayaan,” ujarnya.
Menurut dia, sektor jasa keuangan memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda ekonomi, terutama dalam mendukung pelaku usaha dan sektor produktif. Karena itu, ia meminta seluruh pelaku industri keuangan, baik bank umum, BPR, maupun lembaga keuangan lainnya, untuk memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat.
Namun demikian, Darwisman mengingatkan bahwa ekspansi tersebut harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menekankan pentingnya manajemen risiko yang baik serta penerapan tata kelola perusahaan (good governance) secara konsisten.
“Silakan pembiayaan diperluas, masyarakat yang membutuhkan didukung. Tapi tetap harus dilakukan dengan manajemen risiko yang baik dan tata kelola yang benar,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Darwisman juga menyoroti pentingnya momentum evaluasi kinerja sebagai sarana refleksi bersama. Tahun 2025, menurut dia, menjadi pijakan penting untuk menilai capaian sektor jasa keuangan sekaligus memetakan tantangan dan peluang di tahun berikutnya.
Baca Juga: Wajah Baru Bandung, DSDABM Akselerasi Perbaikan Jalan
Ia menyebut, memasuki 2026, industri jasa keuangan di Jawa Barat dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan domestik yang menuntut adaptasi cepat. Oleh karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar sektor ini tetap tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya tumbuh besar, tapi tumbuh dengan sehat, selamat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kehadiran berbagai pimpinan bank, direksi lembaga keuangan, serta perwakilan media dalam forum tersebut. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan industri keuangan di daerah.
Menutup sambutannya, Darwisman menyampaikan harapan agar seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor riil. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak hanya tercapai secara angka, tetapi juga dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Ini momentum kita bersama untuk memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan bagi pembangunan daerah,” kata dia.
