KESATU.CO – Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kepemimpinan dan dedikasi dalam membangun daerah. Salah satu rangkaian kegiatan yang sarat makna adalah ziarah ke makam para pendahulu, yang dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat, pada Kamis, 16 April 2026.
Kegiatan tersebut diawali dengan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Cikutra, kemudian dilanjutkan ke sejumlah lokasi pemakaman para mantan Bupati Bandung, termasuk kawasan Dalem Kaum, Karang Anyar, TPU Porib, hingga makam Bupati Bandung pertama, R TMG Wira Angun Angun di Dayeuhkolot. Selain memanjatkan doa, rombongan juga melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas jasa para pemimpin terdahulu.
Praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat, Roedy Wiranatakusumah, SH., MH., MBA, menilai kegiatan ziarah tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesinambungan kepemimpinan. Menurutnya, penghormatan kepada para pendahulu bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk refleksi mendalam terhadap warisan nilai, integritas, dan pengabdian yang telah ditanamkan sejak awal berdirinya Kabupaten Bandung.
“Ziarah ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak lahir secara instan. Ada proses panjang, pengorbanan, serta visi besar dari para pemimpin terdahulu yang harus terus dijaga dan dilanjutkan,” ujar Roedy, Kamis (16/04/2026)
Ia juga menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) perlu menjadikan momentum ini sebagai inspirasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat komitmen terhadap masyarakat. Dalam pandangannya, keteladanan para bupati terdahulu merupakan fondasi moral yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini.
Di sisi lain, peringatan hari jadi ini juga diwarnai dengan keprihatinan atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, khususnya di kawasan Ciapus, Banjaran. Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus berupaya melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah pusat dan provinsi guna mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
Baca Juga: BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
Roedy menegaskan bahwa situasi tersebut justru menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan daerah. “Kepemimpinan yang kuat tidak hanya terlihat dalam perencanaan, tetapi juga dalam respons cepat dan keberpihakan kepada masyarakat saat menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Dengan usia yang telah mencapai 385 tahun, Kabupaten Bandung diharapkan mampu terus berkembang sebagai daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai sejarah, kepemimpinan, dan solidaritas sosial.
