KESATU.CO – Wakil Bupati Purwakarta terpilih, Abang Ijo Hapidin, mengungkapkan komitmennya untuk menangani kemiskinan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melalui sejumlah program kerja yang telah disiapkan.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ia menegaskan bahwa program-program tersebut telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“Ada beberapa program kerja yang memang telah diselaraskan dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025-2029,” ungkap Abang Ijo dikutip dari Antara, Senin (27/1/2025).
Baca Juga: Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Melonjak 29 Persen
Ia menjelaskan bahwa kebijakan pokok dalam RPJMD tersebut secara umum berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, serta kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Purwakarta.
Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah menciptakan lapangan pekerjaan di setiap desa melalui program pertanian modern.
“Jadi nanti kami akan menyediakan fasilitas seperti green house di setiap desa dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar pertanian, budidaya ikan, serta sektor-sektor lainnya yang dapat meningkatkan penghasilan mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Terpilih Om Zein Dapat Izin Mendagri Ganti Pejabat Daerah
Lebih lanjut, Abang Ijo berambisi menjadikan Purwakarta sebagai pusat penghasil produk pertanian dan perikanan. Hasil dari produk-produk tersebut tidak hanya akan memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga diekspor ke pasar internasional.
“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Norman Nugraha, menyampaikan bahwa grafik angka kemiskinan di wilayah Purwakarta mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Muhammad Adi Hardiana Terpilih Jadi Ketua DPC 234 SC Purwakarta
“Selama beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan di Purwakarta mengalami penurunan. Tapi kami mengakui bahwa pada medio 2020-2021 sempat terjadi peningkatan,” katanya.
Menurutnya, kenaikan angka kemiskinan pada periode tersebut disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19.
Pada tahun 2019, angka kemiskinan di Purwakarta tercatat sebesar 7,48 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 8,27 persen pada tahun 2020, dan kembali naik menjadi 8,83 persen di tahun 2021.
Namun, pada tahun 2022, angka kemiskinan mulai menunjukkan tren penurunan menjadi 8,70 persen. Penurunan berlanjut pada tahun 2023, dengan angka kemiskinan mencapai 8,46 persen, dan pada tahun 2024, angka kemiskinan mengalami penurunan drastis menjadi 7,16 persen.***
