KESATUCO – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki akan merombak habis-habisan RSUD yang Ada di Kota Sukabumi. Termasuk mengganti dewan pengawas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan rumah sakit.
“Evaluasi terhadap RSUD Kota Sukabumi menjadi salah satu prioritas,” ujarnya, Senin, 3 Maret 2025.
Menurutnya, hal itu sangat perlu dilakukan. Mengingat, rumah sakit tersebut mengalami kerugian sekitar Rp30-40 miliar per tahun.
Baca Juga: Kebijakannya Akan Berorientasi Pada Kepentinga Rakyat, Begini Strategi Ayep Zaki
“Pemerintah akan melakukan langkah perbaikan,” ucapnya.
Menurutnya, hal itu selaras dengan upaya meningkatkan perekonomian daerah. Di mana pemerintah berencana mengoptimalkan peran BUMD agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD.
BUMD di Kota Sukabumi ditargetkan untuk menyumbang Rp30 miliar, dengan langkah konkret seperti peningkatan layanan air bersih oleh PDAM, pengurangan kebocoran air, perluasan akses kredit mikro bagi pedagang pasar oleh BPR, serta diversifikasi usaha dan kerja sama dengan BPJS oleh PD Waluya.
“Pemerintah juga akan menata kembali Pasar Pelita, termasuk mengevaluasi harga kios yang selama tujuh tahun terakhir tidak memberikan kontribusi optimal bagi PAD,” ungkapnya.
Pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan besar yang belum memiliki izin operasional, agar dapat dikenakan pajak sesuai regulasi.
Pengadaan barang dan jasa akan diawasi lebih ketat untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Sebagai bagian dari program lingkungan, kami akan mengaktifkan kembali program Jumat Bersih (Jumsih), yang akan dilaksanakan setiap Jumat pagi. Kegiatan ini diawali dengan olahraga selama 45 menit, lalu dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di berbagai titik kota. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman,” pungkasnya.
