KESATU.CO – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diluncurkan pada awal tahun ini. Sebagai entitas yang mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara berperan dalam mengoptimalkan dividen dari perusahaan anggota untuk kepentingan investasi yang lebih luas.
Meski demikian, kehadiran Danantara dipastikan tidak membawa dampak negatif terhadap Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau Bank BUMN.
Baca Juga: BRI Dukung Liga Kompas U-14, Siapkan Pemain Muda Indonesia Berlaga di Gothia Cup 2025
Pada tahap awal, tujuh BUMN dengan aset jumbo akan dikelola di bawah Danantara. Ketujuh BUMN tersebut meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
Melalui skema ini, dividen yang sebelumnya disetorkan langsung ke pemerintah kini dialihkan ke Danantara untuk dikelola dalam satu entitas.
Baca Juga: Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Mengundurkan Diri, Ini Kata Dedi Mulyadi
Lantas, apakah pembentukan Danantara berpengaruh terhadap kinerja Himbara? Direktur Eksekutif Segara Institute, Piter Abdullah, menegaskan bahwa kehadiran Danantara tidak akan mengganggu operasional bank Himbara. Menurutnya, Danantara hanya menggantikan posisi Kementerian BUMN dan pemerintah dalam menerima dividen.
“Operasional Bank Himbara tidak ada perubahan sama sekali. Cuma kalau untung, sekarang setor dividennya ke Danantara untuk diinvestasikan. Dulu setor dividen ke pemerintah casu quo Kementerian Keuangan. Itu saja bedanya,” ungkap Piter dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga: Anies Baswedan Pantau Sidang Perdana Kasus Impor Gula, Berharap Keadilan untuk Tom Lembong
Ia juga menekankan bahwa model pengelolaan seperti ini sudah diterapkan di berbagai negara, termasuk Temasek di Singapura dan Khazanah di Malaysia.
“Dengan tata kelola yang kuat dan profesional, Danantara memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak investasi ke dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” tambahnya.
Baca Juga: Yuddy Renaldi Bikin Kejutan: Lengser sebagai Dirut Bank BJB, Apa Sebabnya?
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, memastikan bahwa pembentukan Danantara tidak mempengaruhi stabilitas dan keamanan simpanan masyarakat di BRI.
“Oleh karena itu, BRI memastikan bahwa operasional maupun bisnis perbankan berjalan normal dan dana nasabah aman serta terlindungi dengan baik,” ujar Hendy.***
