KESATU.CO – Gelombang minat terhadap sertifikasi profesi di bidang kuliner terus meningkat. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan Uji Kompetensi Chef BNSP Batch ke-3, yang kini tidak hanya diikuti peserta dari Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kota. Fenomena ini menjadi indikator bahwa kesadaran tenaga kerja kuliner terhadap pentingnya sertifikasi semakin menguat.
Asesor kuliner C.I.A. Febri M. S.Sos, yang memimpin proses asesmen pada batch kali ini, menilai peningkatan jumlah peserta dari luar daerah sebagai sinyal positif bagi profesionalisme industri kuliner nasional.
“Uji kompetensi batch ke-3 ini ternyata makin banyak chef berpengalaman dari berbagai daerah di luar Bandung yang mengikuti sertifikasi BNSP. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak chef menyadari pentingnya sertifikasi kompetensi untuk profesi mereka,” ujar Febri, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, sertifikasi tak hanya menjadi bukti formal atas keterampilan seorang chef, tetapi juga menjadi standar pengakuan nasional yang dapat meningkatkan nilai profesional dan peluang karier. Di tengah kebutuhan industri makanan yang terus berkembang—terutama pada program pemerintah yang menuntut dapur higienis dan tenaga kerja kompeten—sertifikasi menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar.
Kegiatan uji kompetensi ini juga memiliki tujuan edukatif: memastikan para chef memahami standar kerja profesional, mulai dari teknik memasak, manajemen dapur, hingga prinsip food safety yang wajib diterapkan pada setiap proses pengolahan makanan.
Febri menyebut, antusiasme peserta tahun ini menunjukkan bahwa sertifikasi bukan lagi dipandang sebagai beban administratif, melainkan investasi karier.
“Chef yang tersertifikasi memiliki nilai tambah. Mereka lebih siap menghadapi tuntutan industri dan lebih dipercaya oleh konsumen maupun pemberi kerja,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran ini, penyelenggara berharap uji kompetensi berikutnya dapat menjangkau lebih banyak tenaga kuliner agar standar profesionalisme di industri makanan semakin merata dan berkualitas.
