KESATUCO – Nilai kerugian akibat bencana di Kota Sukabumi mencapai miliaran rupiah. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat kerugian akibat bencana mencapai Rp2,3 miliar. Jumlah tersebut tercatat dalam kurun waktu Januari-April.
Berdasarkan data yang dihimpun, kerugian paling besar selama empat bulan terakhir ini akibat cuaca ekstrim.Bahkan, nilainya mencapai Rpp764.300.000.
Hal itu disusul oleh longsor yang mencapai Rp565 juta, angin topan atau puting beliung sebesar Rp426.500.000, kebakaran permukiman sebesar Rp416 juta, gempa bumi sebesar Rp86.250.000, dan bencana banjir dampaknya sebesar Rp72.500.000.
Baca Juga: Begini Cara PP Kota Sukabumi Memperingati Hari Lahir Pancasila
“Kalau secara terperinci, nilai kerugian akibat bencana sebesar Rp2.330.550.000. Di April sendiri saja, mencapai Rp506.750.000,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik.
Berbagai bencana tersebut, terjadi di semua kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Baik itu Kecamatan Baros, Lembursitu, Cibeureum, Cikole, Citamiang, Gunungpuyuh,dan Warudoyong.
“Tidak hanya secara keseluruhan, kami pun ada data terperinci kerugian akibat bencana di setiap wilayah,” ucapnya.
Baca Juga: Pansus V: Pemerintah Harus Serius Wujudkan Pertanian Organik Di Jabar
Menurutnya,data kerugian akibat bencana per wilayah, mulai dari Kecamatan Baros mencapai Rp173.500.000, di Kecamatan Lembursitu sebesar Rp358 juta, di Kecamatan Cibeureum sebesar Rp 535.550.000, di Kecamatan Citamiang sebesar Rp179 juta, di Kecamatan Warudoyong sebesar Rp376 juta, di Kecamatan Gunungpuyuh sebesar Rp 347 juta, dan di Kecamatan Cikole sebesar Rp361.500.000.
