KESATU.CO – Era di jaman Artificial Intelegence (AI) sekarang ini dimana generasi muda memegang peran, tentunya akan sangat optimal performa generasi-generasi terbaik bangsa jika memiliki attitude atau sikap atau karakter yang terbaik.
Seperti diketahui, banyak orang di masa kompetisi tinggi saat ini sepertinya tidak memahami diri mereka sendiri. Ini diperlihatkan dengan banyaknya orang bersikap diluar kontrol saat menghadapi orang lain atau terkena masalah.
Banyak tersebar di media sosial bagaimana peristiwa cekcok berawal dari sikap seseorang berkendaraan, atau juga sikap seseorang yang belum lama viral karena berperilaku tidak “pantas” dan jadi cibiran atau olokan pemerhati media sosial.
Dan “kelemahan” karakter atau sikap ini sudah jauh hari jadi fokus di lembaga training atau pelatihan individu berkebutuhan khusus, House of Hope yang terletak di Jalan Pasirluyu Bandung agar para individu yang dibinanya memiliki sikap yang baik dan positif.
“Kami selain membina talent atau bakat para individu berkebutuhan khusus, juga memberikan pelatihan bagaimana bertutur, berpenampilan dan bersikap yang baik serta profesional. Dan, dengan kesungguhan melahirkan individu berkebutuhan khusus yang baik, kami pun berkerja sama dengan John Robert Powers (JRP),” ujar Irene Ridjab, Founder House of Hope, Rabu (15/05/24).
Baca Juga: Pemberdayaan Individu Berkebutuhan Khusus, House of Hope Jalankan Kolaborasi dengan Kibi Kopi
“Seminggu sekali dari JRP berkunjung dan memberikan pelatihan ke House of Hope Bandung untuk memberikan bekal para individu berkebutuhan khusus mengenali bagaimana menjaga, merawat diri, berpenampilan menarik, public speaking, dll secara berkala,” tukas Irene.
Irene menuturkan bahwa pemberdayaan ini dimaksudkan agar ketika para individu berkebutuhan khusus tersebut terjun ke dunia industri di masyarakat umum, mereka bisa diterima dan membawa diri dengan baik karena karakter dan sikapnya yang menyamankan buat orang-orang.
Founder House of Hope pun menjelaskan bahwa individu berkebutuhan khusus yang siap dibina, harus melewati seleksi pertama melalui asessement terlebih dahulu agar bisa dipelajari cara mereka belajar atau menerima arahan.
Bahkan, seiring dengan dikenalnya House of Hope di masyarakat, ada yang langsung mengontak agar putra/putri mereka diassessment dan bisa diketahui seberapa besar potensi diri yang dimiliki.
“Saya bersyukur, semakin lama keberadaan House of Hope ini bisa dikenali oleh masyarakat dan memberikan solusi atau jalan keluar bagi keluarga yang memiliki putra putri IBK dan belum produktif,” ungkap Irene.***
