KESATU.CO – BANDUNG, Setiap korporasi public service tentunya terus merumuskan dan mengimplementasikan beragam strategi agar pelayanannya semakin favorit dan produknya diminati masyarakat.
Hal itu pun berlaku bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Seperti yang dilakukan PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung yang sangat berkomitmen melayani masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi massal.
Satu caranya, menyiagakan dan mengaktifkan seluruh fasilitasnya secara prima serta optimal, tidak hanya sarana, seperti lokomotif, rangkaian kereta, dan gerbong, baik barang maupun penumpang, tetapi juga prasarana, seperti persinyalan, stasiun, jalur rel, dan lainnya.
Bicara soal sarana, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung , menyatakan, agar seluruh perjalanan kereta aman, lancar, nyaman, dan kondusif, pihaknya mengaktifkan 226 rangkaian kereta penumpang.
“Kereta penumpang meliputi beberapa kelas, yang seluruhnya ber-AC. Yakni Priority, kelas eksekutif (K1 SS) , kelas ekonomi (K3 SS) , dan kerera AC ekonomi (K3 Split),” tandas Ayep Hanapi.
Kemudian, lanjut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini, kereta makan, pembangkit, dan bagasi.
Sedangkan angkutan barang, lanjut Ayep Hanapi, pihaknya mengaktifkan 34 gerbong. Terdiri atas, sebutnya, jjenis GD PPCW berkapasitss 40 ton (40T), GD PPCW 42T GD PKPKW 45T, KKBW 30 T, dan GB ZZOW 30T.
Tentunya, tegas Ayep Hanapi, agar perjalanan kondusif, aman, lanca, dan nyaman, sebelum penggunaannya, seluruh rangkaian kereta penumpang dan angkutan barang menjalani pengecekan, pemeriksaan, dan maintenance secara rutin di Depo Kereta Bandung.
Ada juga, tambah Ayep Hanapi, Pemeriksaan 24 bukan (P24) dan Pemeriksaan 48 bulan (P48). Namun, dua jenis pemeriksaan itu, terang Ayep Hanapi, oleh Balai Yasa Manggarai.
“Nah,perawatan gerbong angkutan barang, teknsinya oleh tim Depo Gedebage. Untuk P24 gerbong, perawatanya oleh Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Tegal,” papar Ayep Hanapi.
Proses pengecekan, perawatan, dan perbaikan itu, imbuhnya, bermanfaat menambah usia pemakaian kereta.
Harapannya, cetus Ayep Hanapi, seluruh proses pengecekan, perawatan, dan perbaikan itu bisa mendukung prima dan optimalnya pelayanan kepada masyarakat, sehingga kebutuhan transportasi terpenuhi. (*)
