KESATU.CO, PURWAKARTA — Kabar gembira menyelimuti warga Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.
Mata Air Cikadu, sebuah sumber air bersejarah yang telah puluhan tahun terkubur dan tak difungsikan, kini berhasil ditemukan kembali.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein turun langsung ke lokasi pada Kamis, 15 Oktober 2026, untuk meninjau penemuan bernilai sejarah dan lingkungan tersebut.
Momen peninjauan tersebut terekam dalam unggahan video di akun TikTok pribadi miliknya, @omzein_bupatiaing, sebagaimana dikutip oleh Kesatu.co.
Dalam kunjungan tersebut, Om Zein berdialog langsung dengan Rudi, warga lokal Pasawahan yang menjadi sosok penting di balik penemuan kembali mata air ini.
Nostalgia Masa Kecil Berbuah Penemuan Penting
Bagi Rudi, penemuan Mata Air Cikadu bukan sekadar menemukan sumber air baru, melainkan menghidupkan kembali memori masa kecilnya yang sempat hilang dimakan waktu. Tempat yang puluhan tahun lalu menjadi area bermainnya kini kembali memancarkan aliran air bersih.
“Jadi kita kan lihat saudara-saudara dari belakang ngambilin air, inget sejarah ke belakang dari kecil di sini tuh ada mata air,” ujar Rudi mengisahkan awal mula dirinya tergerak mencari kembali keberadaan mata air tersebut di hadapan Om Zein dan warga sekitar.
Penemuan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Di tengah kebutuhan pasokan air bersih yang krusial, hadirnya kembali Mata Air Cikadu dinilai dapat menjadi angin segar bagi ketahanan air di wilayah Pasawahan dan sekitarnya.
Rencana Pemkab Purwakarta: Uji Laboratorium hingga Pembebasan Lahan
Merespons potensi besar dari penemuan ini, Om Zein menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk menindaklanjutinya secara ilmiah dan prosedural.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menguji kualitas dan mengukur debit air.
“Nanti kita tes, kita uji. Kalau misalnya debit airnya banyak terus airnya di bawah lab itu kemudian sehat untuk bisa air bersih, nanti kita appraise tanahnya, kita beli,” ucap Om Zein kepada Rudi di hadapan puluhan warga yang menyaksikan.
Om Zein menambahkan bahwa langkah pembebasan lahan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku serta menjunjung tinggi hak kepemilikan masyarakat. Selain Mata Air Cikadu, penataan juga direncanakan mencakup sumber air di sekitarnya, seperti Mata Air Cigareng.
“Ya nanti kita appraise, kalau diizinkan sama yang punya nanti kita beli (Mata Air Cigareng sama Cikadu). Kalau tidak diizinkan ya enggak bisa dibeli,” tegasnya secara transparan.
Pernyataan orang nomor satu di Purwakarta tersebut disambut hangat oleh warga. Rasa haru dan syukur pun tak mampu disembunyikan oleh Rudi atas perhatian cepat dari pihak pemerintah daerah.
“Alhamdulillah nuhun,” tutur Rudi dengan penuh rasa syukur.
Harapan Baru untuk Pasokan Air Bersih Purwakarta
Langkah cepat Pemkab Purwakarta dalam merespons penemuan Mata Air Cikadu menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap ketersediaan fasilitas dasar masyarakat.
Jika hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa air tersebut layak konsumsi dan memiliki debit yang mencukupi, Pemkab Purwakarta berencana mengelolanya secara profesional.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan aset sejarah lokal yang sempat hilang, tetapi juga mampu mendistribusikan manfaat nyata berupa ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Kabupaten Purwakarta.
Penemuan kembali Mata Air Cikadu kini menjadi simbol harapan baru bagi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Pasawahan.***
