KESATU.CO – Sebuah podcast inspiratif kembali hadir dengan topik yang sangat relevan untuk dunia pendidikan Islam: metode cepat menghafal Al-Qur’an sekaligus mengasah kemampuan public speaking.
Dalam sesi podcast terbaru ini, Tiar Hermawan membahas bagaimana pattern recognition (pengenalan pola) dan association technique (teknik asosiasi) dapat menjadi kunci dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis, bukan sekadar hafalan mekanis.
“Metode ini bukan sulap. Semua berdasarkan riset neuroscience dan psikologi kognitif. Otak manusia pada dasarnya suka dengan pola, dan itu yang kami manfaatkan untuk membuat hafalan lebih cepat, lebih kuat, dan lebih menyenangkan,” ujar Tiar Hermawan, Founder Program Quranic Revolution, sebuah gerakan Mencetak 1001 Hafidz Al-Qur’an yang nantinya akan menjadikan Masjid Raya Bandung sebagai episentrum edukasi generasi berbasis Qurani, Jumat (22/08/2025).
Podcast ini juga mengangkat pentingnya public speaking bagi generasi muda Muslim. Menurut Tiar, keterampilan berbicara bukan hanya soal tampil percaya diri, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan Qur’ani secara berkesan dan berdampak.
“Kami ingin melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang menginspirasi, baik di atas mimbar, panggung, maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Podcast ini merupakan bagian dari program besar Quranic Revolution, yang berfokus pada pendidikan karakter, pengembangan otak, dan penguatan skill komunikasi anak muda. Ke depannya, program ini akan hadir dalam bentuk roadshow ke sekolah-sekolah, pelatihan offline, serta kelas daring yang bisa diakses lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, minggu depan setelah podcast ini akan digelar sesi trial pelatihan perdana di Masjid Raya Bandung (MRB). Selain itu, dalam podcast tadi juga diumumkan bahwa program Launching Quranic Revolution akan diselenggarakan pada 28 September 2025 di MRB.
Mulai saat ini, Quranic Revolution juga membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi volunteer program, serta kesempatan khusus bagi mahasiswa semester 3–4 yang berminat menjadi trainer.
