KESATUCO – Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menyebutkan tingkat inflasi di daerahnya hingga Mei 2024 berada di angka 2,5 persen. Hal itu berkat berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi.
“Kita telah menggerakan pangan murah, penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), dan pemantauan harga bahan pokok penting ke sejumlah pasar,” ujarnya saat menerima kunjungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Barat ke Balai Kota Sukabumi,Selasa, 11 Juni 2024.
Atas berbagai upaya tersebut, dirinya berharap tidak terjadi lonjakan inflasi yang signifikan. Sehingga, inflasi dapat terkendali di Kota Sukabumi.
“Berharap Kota Sukabumi tidak mengalami inflasi yang tinggi,” ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Nur dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat mengapresiasi Pemkot Sukabumi atas langkah-langkah strategis yang telah dilakukan dalam pengendalian inflasi daerah.
“Harapannya, pengendalian inflasi dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2024 dan stabil, terutama menjelang hari-hari besar,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Pilu Mak Acih Jadi Pemulung Hingga Telat Bayar Kontrakan, Ketemu Om Zein Nangis Histeris
Menurutnya, target inflasi daerah untuk akhir 2024 yaitu 2,5+1 persen, dengan harapan tidak melebihi 3 persen.Maka dari itu, Ia menekankan pentingnya komunikasi dalam upaya pengendalian inflasi.
“Termasuk edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying menjelang hari-hari besar,” bebernya.
Selain itu, dirinya pun mendorong optimalisasi kegiatan dan sumber ekonomi lainnya untuk menurunkan inflasi daerah, seperti melalui program Pangsi (Pangam Terintegrasi).
Ia mengingatkan agar isu global seperti geopolitik yang dapat berdampak pada impor pupuk dan pangan di daerah juga diwaspadai.
“Pemerintah juga harus mengintervensi dalam menstabilkan harga-harga di daerah dan tidak memberikan tekanan yang besar kepada masyarakat,” pungkasnya.
