KESATU.CO – Rumah Sakit (RS) Gading Pluit menghadirkan teknologi PET-CT Digital Omni Legend, sistem pencitraan hibrid generasi terbaru yang pertama kali beroperasi di Indonesia. Teknologi ini menjadi terobosan dalam layanan deteksi kanker yang lebih cepat dan akurat.
Peluncuran resmi dilakukan pada Kamis, 27 Maret 2025, di RS Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Fasilitas ini memperkuat posisi RS Gading Pluit sebagai pelopor layanan kanker terpadu berbasis teknologi tinggi di Indonesia.
Sejak 2008, RS Gading Pluit dikenal sebagai pionir dalam pengembangan hybrid imaging PET/CT dan Cyclotron.
Baca Juga: Klaster Tenun Ulos Binaan BRI Raup Omzet Ratusan Juta, Perempuan Jadi Motor Utama
Kini, melalui teknologi PET-CT Digital Omni Legend yang dikembangkan GE Healthcare, rumah sakit ini kembali mencatat sejarah dengan menghadirkan teknologi pencitraan kanker tercanggih di Asia Tenggara.
Menurut Dr. dr. Tjondro Setiawan, Sp.Rad, Subsp. RN-PM (K), Kepala Instalasi Radiologi dan Konsultan Radiologi Nuklir RS Gading Pluit, kehadiran PET-CT Digital membawa harapan baru bagi pasien kanker.
Baca Juga: Jajaran Pengurus PGRI Resmi Dilantik, Bupati Purwakarta Om Zein Sampaikan Pesan Penting
Teknologi ini mampu mendeteksi lesi kecil dengan hasil lebih akurat, memungkinkan diagnosis dini yang berdampak besar pada keberhasilan penanganan.
“PET-CT Digital ini memungkinkan deteksi lesi kecil, dengan hasil lebih presisi. Diagnosis lebih dini artinya penanganan bisa lebih efektif dan berpeluang menyelamatkan pasien dari penderitaan akibat penyabaran kanker yang terlambat terdeteksi,” ujarnya.
Dengan dukungan mesin Cyclotron internal, RS Gading Pluit dapat memproduksi radionuklida sendiri, sehingga proses pencitraan menjadi lebih fleksibel dan cepat.
Teknologi ini digunakan 80 persen untuk kasus onkologi dan 20 persen untuk kasus non-onkologi seperti epilepsi, demensia, gangguan jantung, demam yang tidak diketahui penyebabnya, hingga perencanaan terapi radiasi.
Baca Juga: Helmy Yahya Jadi Resmi Jadi Bos Bank BjB, Posisinya Komisaris, Siapa Direktur Utamanya?
Fasilitas PET-CT Digital Omni Legend memiliki akurasi tinggi, sensitivitas maksimal, serta efisiensi waktu pemeriksaan. Teknologi ini mampu mendeteksi lesi metabolik 1,4 mm dan dilengkapi fitur motion correction berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga ketajaman gambar meskipun pasien tetap bernapas.
Fitur auto-positioning turut meningkatkan keamanan tenaga medis, sementara sistem Q-Clear memungkinkan pemetaan metabolik tumor yang lebih presisi.
Hasilnya, diagnosa menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan biaya pemeriksaan pun lebih efisien karena meminimalkan tahapan yang tidak perlu.
Peluncuran ini juga memperkuat komitmen RS Gading Pluit sebagai pusat layanan kanker terpadu berbasis konsep one-stop service. Seluruh proses mulai dari diagnosis, terapi hingga evaluasi, dilakukan dalam satu sistem terintegrasi melalui Gading Integrated Cancer Care.
Baca Juga: BRI Kembali Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025
“Sejak awal, semangat kami adalah agar masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari layanan kanker ke luar negeri. Dengan hadirnya PET-CT Digital generasi terbaru ini, kami kembali menghadirkan teknologi yang selama ini tersedia di negara-negara maju, kini hadir di Jakarta Utara,” ungkap Ang Kok Bin, Presiden Direktur PT GADING PLUIT JASA MEDIKA.
Kehadiran PET-CT Digital ini disambut antusias oleh masyarakat. Intan Khasanah, pasien sekaligus penyintas kanker warga Jakarta Selatan, mendorong pasien lain untuk tidak ragu menjalani pemeriksaan PET-CT.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Targetkan Infrastruktur Jalan di Seluruh Wilayah Jabar Rampung pada 2027
“Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kondisi secara lebih dini dan mendalam. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganan dilakukan, dan peluang remisi jadi lebih besar. Dalam menghadapi kanker, waktu adalah segalanya,” ujar Intan, yang secara rutin memanfaatkan layanan pengobatan kanker di RS GADING PLUIT.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2022, di Indonesia tercatat 408.661 kasus kanker baru setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 242.988 jiwa.
Baca Juga: Dibantu BRI, Suhartini Sukses Kembangkan Tien Cakes and Cookies
Oleh karenanya, fasilitas diagnostik dini yang canggih masih terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat.
Kehadiran PET-CT Digital di RS GADING PLUIT ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit untuk terus menghadirkan inovasi medis kelas dunia, tanpa harus pergi ke luar negeri.***
