KESATUCO – Upaya pencegahan stunting di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui langkah nyata. Pemerintah Kota Sukabumi membagikan ribuan butir telur kepada masyarakat sebagai bentuk intervensi gizi langsung bagi ibu hamil dan balita.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi.
Ribuan telur yang dibagikan berasal dari donasi rutin bulanan para pegawai Dinas Kesehatan, RSUD Syamsudin S.H, serta seluruh puskesmas di wilayah Kota Sukabumi.
Baca Juga: Menteri LH Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Perushaan yang melanggar Aturan B3
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan pemberian telur merupakan salah satu upaya pemenuhan protein hewani bagi kelompok sasaran dalam rangka percepatan penurunan angka stunting.
“Telur yang dibagikan ini merupakan hasil donasi rutin dari pegawai Dinas Kesehatan, RSUD, dan puskesmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung perbaikan gizi ibu dan anak,” ujar Ida, Kamis, 5 Februari 2025.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan TP PKK Kota Sukabumi untuk memastikan mekanisme penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Sikapi Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Usulkan Pengelolaan Ruas Jalan Nasional Diserahkan ke Pemprov Jabar
“Koordinasi ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan, khususnya ibu hamil dan balita,” jelasnya.
Rencananya, pendistribusian telur akan dilaksanakan secara serentak pada Senin, 9 Februari 2026, dan menjangkau 33 kelurahan di Kota Sukabumi.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Baca Juga: Cak Imin: PKB Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo, Siap Jadi Garda Terdepan Pemerintah
Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan pihaknya akan terlibat langsung dalam proses pendampingan distribusi telur kepada masyarakat.
“Pendistribusian telur dilakukan secara bertahap dan terjadwal untuk menjangkau seluruh kelurahan di Kota Sukabumi,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran hampir 1.000 butir telur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi masyarakat, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Dengan intervensi gizi sederhana namun berkelanjutan ini, kami optimistis angka stunting di Kota Sukabumi dapat terus ditekan,” pungkasnya.
