KESATU.CO – BANDUNG, Perkembangan pasar modal di tanah air terus menunjukkan geliatnya. Satu indikatornya tercermin pada Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH).
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2024, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan nilai RNTH yang bersumber pada investor institusi asing yakni Rp4,6 triliun
“Nominal RBTH yang bersumber pada investor ritel yakni Rp4,0 triliun. Sedangkan RNTH investor lokal, angkanya Rp3,5 triliun,” kata Iman Rachman, Direktur Utama PT BEI.
Iman Rachman melanjutkan, acuan perkembangan pasar modal lainnya yakni bertambahnya Single Investor Identification (SID). Hingga 21 Juni 2024,ungkapnya, jumlah investor di Indonesia sebanyak 13 juta SID, lebih banyak 800 SID daripada pencapaian Desember 2024.
Hal lainnya yang dikatakan Iman Rachman yaitu komposisi investor. Hingga Mei 2024, institusi asing, sahutnya, tetap mendominasi komposisi kepemilikan investor. Persentasenya, sebut dia, sebesar 43 persen.
Terbesar berikutnya, sambung Iman Rachman, yak i 41 persen, direbut institusi lokal. Sisanya, kata dia, sebesar 15 persen, dimiliki institusi investor ritel.
Tidak hanya menginformasikan perkembangan investor dan transaksi, dalam kesempatan itu, Iman Rachman pun mengemukakan perolehan laba.
Dia membeberkan, berdasarkan kesepakatan RUPST 2024 pihaknya mengalokasikan dana laba bersih Tahun Buku 2023 sejumlah Rp151,69 miliar menjadi cadangan wajib.
Adanya penyisihan dana itu, tmabahnya, membuat total cadangan wajib berada pada level Rp154,50 miliar. Angka itu, terangnya, setara dengan 20 persen modal disetor perseroan apea akhir 2023 yakni bernominal Rp772,50 miliar.
Melihat pencapaian positif tersebut, Iman Rachman berpandangan, meski kondisi ekonomi global masih belum ada kepastian, kepercayaan publik untuk berinvestasi, khususnya pada pasar modal, masih besar dan peluang untuk terus berkembang. (*)
