KESATU.CO – Upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di Jawa Barat kini menjadi fokus utama berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengelola Masjid Agung Bandung.
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus melindungi masyarakat dari risiko keuangan yang merugikan.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa besarnya jumlah masjid dan pesantren di Jawa Barat merupakan peluang strategis untuk memperluas edukasi keuangan syariah. Menurutnya, literasi menjadi fondasi penting sebelum masyarakat masuk ke dalam praktik ekonomi syariah yang lebih luas, Selasa (07/04/2026).
“Literasi keuangan syariah harus ditingkatkan. Ini menjadi kunci agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak dan mandiri,” ujar Darwisman.
Ia menjelaskan, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat membedakan praktik keuangan yang sehat dengan yang berisiko, termasuk menghindari jeratan pinjaman online ilegal dan aktivitas judi online. Setelah literasi terbentuk, masyarakat diharapkan mampu mengakses layanan keuangan syariah secara tepat.
Baca Juga: KDM Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Autentik di Hadapan Pasis Sesko TNI
Sejalan dengan itu, Ketua Nadzir Masjid Raya Bandung, Roedy Wiranatakusumah,SH.,MH.,MBA menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat edukasi umat. Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pemahaman keuangan syariah secara langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi. Literasi syariah harus hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan nyata yang mereka hadapi,” kata Roedy.
Ia menambahkan, program edukasi akan difokuskan pada peningkatan pemahaman dasar keuangan syariah, termasuk risiko dari praktik keuangan yang tidak sesuai prinsip syariah. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar dan mampu mengambil keputusan finansial yang tepat.
Kolaborasi antara OJK dan Masjid Agung Bandung diharapkan mampu mempercepat penyebaran literasi keuangan syariah. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
