KESATUCO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi melibatkan penyandang disabilitas dalam siklus manajemen penanggulangan bencana. Hal itu sebagai upaya mendorong pengarusutamaan desain inklusif dalam layanan dan program pengurangan risiko bencana.
Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto mengatakan, penyandang disabilitas memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana.
Seperti contoh, salah seorang relawan Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI Kota Sukabumi asal Kelurahan Baros Sulaeman dan Nenti yang merupakan seorang penyandang disabilitas netra
“Apresiasi kepada anggota Relawan SIBAT Kelurahan Baros yang saat ini masih aktif, terlebih dalam perkembangannya saat ini dengan kehadiran para anggota SIBAT dari keterwakilannya dari Disabilitas Tunanetra yang ikut berpartisipasi menjadi relawan dalam rangkaian program pengurangan risiko bencana di masyarakat,”ujarnnya, Rabu, 23 Oktober 2024.
Menurutnya, peraturan daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dijelaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapat perlindungan dan penanganan dari bencana pada tahap pra atau pengurangan risiko bencana, saat, dan pasca bencana.
Pemenuhan hak ini juga harus memperhatikan akomodasi yang layak serta aksesibilitas.
Baca Juga: Ditutup KAI dan Kememhub, Perlintasan Sebidang Ciroyom Tinggal Kenangan
“Pengurangan Risiko Bencana dapat berjalan efektif jika individu-individu yang ada di dalam masyarakat atau komunitas, siap dalam menghadapi bencana, termasuk kelompok berisiko tinggi seperti penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Relawan SIBAT Disabilitas Sulaeman mengatakan, dirinya merasa bangga dan senang bisa terlibat aktif dalam kegiatan menjadi anggota Relawan SIBAT di Kelurahan Baros.
Meskipun mengalami keterbatasan penglihatan, dirinya siap aktif untuk menjadi Relawan SIBAT PMI Kota Sukabumi
Baca Juga: Berkat Pemberdayaan BRI, Kriuknya Produk UMKM ‘Njik Njik’ Hasilkan Puluhan Juta
“Pelatihan terhadap relawan penyandang disabilitas khususnya netra tentunya sangat penting. Tidak hanya sebatas pelatihan saja, pihaknya juga menginginkan relawan seperti dirinya mendapatkan perhatian,”pungkasnya.
