KESATU.CO – BANDUNG, Ibarat komidi putar, setiap korporasi tentunya mengalami performa dan kinerja yang naik-turun. Kondisi itu yang kini dialami perbankan berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero).
Apa buktinya?
Mengacu pada pelaporan neraca keuangannya, pada akhir Juli 2024, PT BTN Tbk (Persero) mencatat kinerja yang kurang menggembirakan.
Perolehan laba bersihnya menyusut 5,87 persen secara tahunan atau bernilai Rp1,60 triliun. Kondisi itu terjadi akibat penghasilan perbankan Merah Putih yang bersumber pada Net Interest income (NII) terkontraksi 10,18 persen secara tahunan.
Baca Juga: Diresmikan Jokowi, Bendungan Bernilai Investasi Rp3,5 Triliun di Tasikmalaya Ini Resmi Aktif
Nominal NII yang diraup PT BTN Tbk (Persero) pada akhir semester I 2024 yakni Rp6,81 triliun. Sedangkan pada semester awal 2023, PT BTN Tbk (Persero) membukukan NII bernilai Rp7,58 triliun.
Namun, secara total, pada Juli tahun ini, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) itu meraup pendapatan bunga yang lebih banyak 9,08 persen daripada periode 2023, yakni Rp17,27 triliun.
Melihat hal itu, sejatinya,PT BTN Tbk (Persero) masih dan tetap berpeluang untuk mencatat kinerja yang lebih baik pada sisa akhir periode 2024.
Indikatornya, pada beberapa aktivitas operasional, PT BTN Tbk (Persero) berhasil menggeliatkan penghasilannya.
Satu di antaranya, fee based income, yang bergairah 15,86 persen secara tahunan atau menjadi Rp873.93 miliar. (*)
