KESATU.CO, PURWAKARTA — Kemeriahan luar biasa menyelimuti Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta pada Sabtu (13/6/2026). Ratusan warga tampak antusias menceburkan diri ke dalam kolam dalam acara Ngagubyag Balong Pamuka Lawang.
Tradisi menangkap ikan bersama ini digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.
Suasana sore itu terasa sangat spesial karena berlokasi tepat di depan kediaman Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai usia sudah berkumpul di sekitar area balong (kolam) dengan membawa berbagai alat tangkap tradisional, mulai dari sirib, sair, hingga mereka yang siap menangkap ikan dengan tangan kosong.
Tradisi Ngagubyag Balong: Simbol Kebersamaan Warga
Ngagubyag Balong bukan sekadar acara menangkap ikan biasa. Bagi masyarakat Sunda, khususnya di Purwakarta, tradisi ini memuat nilai filosofis gotong royong dan suka cita bersama.
Ketika peluit tanda dimulainya acara berbunyi, gelak tawa dan teriakan gembira langsung pecah. Warga saling berebut menangkap ikan-ikan berukuran besar yang sengaja dilepas di kolam tersebut.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), yang menyaksikan langsung kemeriahan dari depan rumahnya, menyampaikan rasa bahagia melihat antusiasme warga yang begitu besar.
“Kegiatan Ngagubyag Balong Pamuka Lawang ini adalah pesta rakyat yang sesungguhnya. Di Hari Jadi Purwakarta yang ke-195 dan Kabupaten yang ke-58 ini, kita ingin seluruh lapisan masyarakat merasakan kebahagiaan yang sama. Ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga,” ujar Om Zein di sela-sela acara.
Rangkaian Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Kabupaten ke-58
Perayaan hari jadi tahun 2026 ini mengusung berbagai kegiatan yang kental dengan unsur kebudayaan lokal.
Ngagubyag Balong di Desa Salem menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung.
Ribuan ekor ikan jenis mas, nila, hingga mujaer disiapkan panitia untuk menyemarakkan acara.
Warga yang berhasil mendapatkan ikan raksasa mengaku sangat senang.
Menurut salah satu warga Kecamatan Pondok Salam, acara seperti ini menjadi hiburan gratis yang sangat berkesan sekaligus melestarikan budaya leluhur yang mulai jarang ditemui di era modern.
Dampak Positif Bagi Perekonomian Lokal
Selain memberikan hiburan, acara yang berpusat di Desa Salem ini juga membawa berkah bagi para pelaku UMKM setempat.
Banyaknya warga yang datang dari dalam dan luar kecamatan membuat pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi meraup keuntungan berlipat ganda.
Kemeriahan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, melainkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Purwakarta yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Om Zein.***
