KESATU.CO – CIREBON, Tidak pelak lagi, sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) adalah back bone perekonomian nasional. Pasalnya, UMKM punya peran dan kekuatan luar biasa.
Terbukti, ketika terjadi krisis menjelang akhir dekade 1990, termasuk wabah Covid-19, UMKM sanggup bertahan ketika banyak korporasi raksasa kewalahan.
Akan tetapi, persoalan dan kendala klise masih dialami banyak pelaku UMKM. Tidak hanya soal akses permodalan, tetapi juga jaringan pasar, perizinan, manajemen, dan lainnya.
Melihat kondisi itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama korporasi-korporasi Merah Putih membangun fasilitas pemberdayaan UMKM. Bentuknya berupa Rumah UMKM.
Sebagai korporasi pelat Merah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) turut aktif mengembangkan Rumah BUMN. Di Jabar, lokasinya Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon.
Seperti apa keberhasilan Rumah BUMN PLN menggeliatkan para pelaku UMKM?
Ferdinand Daud Napitupulu, Ketua Rumah BUMN Cirebon, mengatakan, sejak awal kehadirannya, yakni 2017, hingga kini, pihaknya membina 965 UMKM.
“Komoditasnya beragam. Misalnya, makanan-minuman olahan, fesyen, aksesori, dan lainnya,” ujar pria berpostur tubuh jangkung ini.
Ratusan UMKM itu tidak hanya asal Kota-Kabupaten Cirebon. Namun, lanjut dia, cukup banyak UMKM asal daerah Cirebon Raya lainnya, seperti Kuningan dan Majalengka.
Melalui Rumah BUMN, jelas dia, pihaknya berkomitmen untuk memperkuat daya saing UMKM. Caranya, tidak hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan.
Hasilnya, ungkap Ferdinand Daud Napitupulu, beberapa UMKM Mitra binaannya berhasil menjadi pebisnis tangguh.
“Kami pun membantu proses sertifikasi halal, perizinan, pembuatan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), termasuk perluasan jaringan pasar, yang di antaranya memanfaatkan e-commerce,” papar Ferdinand Daud Napitupulu.
Dia mengklaim bahwa berkat upaya-upaya itu, banyak UMKM Mitra binaan yang sukses mengembangkan bisnisnya. Bahkan tegas dia, beberapa mitra binaan berhasil menembus pasar Asia-Oceania, antara lain Korea, Jepang, dan Australia
Hendra Agustira, owner produsen Ocien, UMKM yang memproduksi keripik tempe asal Palimanan Kabupaten Cirebon, mengaku bahwa Rumah BUMN mengubah pola pikirnya.
“Awalnya, saya hanya berjualan saja. Setelah raup untung, ya selesai. Tapi, ternyata, berbisnis yang benar bukan seperti itu. Harus ada pengembangan, semisal manajemen, jaringan pasar, dan sebagainya, termasuk inovasi,” kata Hendra Agustira.
Setelah melakoni berbagai program Rumah BUMN, tuturnya, pria bergelar Sarjana Teknik ini merasakan efek domino yang positif.
“Mindset saya berubah, yang awalnya berjualan, kini berbisnis. Alhmdulilah, berkat Rumah Bisnis, saya bisa mengekspor ke beberapa negara, Korea, Jepang, dan Australia,” urai Hendra Agustira. (*)
