KESATUCO – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya dua kunci utama dalam pengembangan UMKM. Hal itu ialah konsistensi dan komitmen.
“Saya pernah memulai dari nol hingga berhasil melakukan ekspor perdana ke Jepang. Saya tahu jalan UMKM itu tidak mudah, tapi saya percaya, konsistensi dan komitmen adalah kunci utama agar UMKM bisa naik kelas,” ujarnya
Selain itu, dirinya pun menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan efisiensi biaya. Hal itu jika melihat kepekaan konsumen terhadap bahan baku, apalagi makanan.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Perluas Akses Layanan Kesehatan Lewat Program Kacamata Gratis
“Jangan ada pengawet dan bahan kimia. Restoran saya dulu tidak pernah menyajikan makanan sisa. Kita harus jujur dan disiplin dalam menjaga mutu. Itulah fondasi kepercayaan pasar,” ucapnya
Ia menambahkan, dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan komunitas program UMKM Naik Kelas bisa menjadi pendorong utama kebangkitan ekonomi lokal.
“Mari kita jadikan Sukabumi sebagai kota yang penuh potensi, tempat di mana UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh, menembus pasar global, dan menjadi motor ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” ungkapnya
Baca Juga: Sosialisasikan FLPP, APERSI : Kebutuhan Rumah di Sukabumi Masih Sangat Tinggi
Sementara itu, perwakilan Dinas KUK Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya program ini dalam mendorong transformasi skala usaha.
Berdasarkan data UMKM di Jabar, sebanyak 85,2% masih berada pada kategori usaha mikro.
“Lewat program seperti ini, kita ingin mendorong pelaku usaha mikro untuk tumbuh menjadi kecil, dan dari kecil menjadi menengah bahkan besar. Targetnya adalah perubahan mindset: dari sekadar membuat produk menjadi berpikir bisnis,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Sukabumi beserta jajaran yang telah mendukung fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku UMKM, termasuk dalam hal pengurusan perizinan, hak merek, dan pengembangan ekosistem usaha yang kolaboratif.
“Jangan lupa juga untuk monitoring dan evaluasi program pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, agar hasilnya tidak hanya berdampak sesaat, tetapi membentuk transformasi jangka Panjang,” pungkasnya.
