KESATU.CO – BANDUNG, Efisiensi dan efektivitas merupakan sebuah opsi krusial agar performa dan kinerja setiap korporasi lebih mentereng. Kedua hal itu pun sangat mungkin penerapannya apda korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pasalnya, beberapa waktu lalu, Erick Thohir, Menteri BUMN, berencana menerapkan perampingan korporasi-korporasi BUMN. Hal itu supaya korporasi-korporasi Merah Putih itu berkinerja lebih mentereng, efektif, dan efisien.
Rencananya, pria yang juga berstatus sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PB PSSI) ini, mengurangi jumlah korporasi BUMN, yang semula sebanyak 47 perusahaan, menjadi 30 perusahaan.
Kabar terkininya, Erick Thohir mewacanakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melebur dengan PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero).
Apabila rencana peleburan itu terealisasi, Erick Thohir menempatkan PT KAI (Persero) sebagai holding atau perusahaan induk PT INKA (Persero).
“Tentunya, PT KAI (Persero) yang menjadi holding.” tandas Erick Thohir kepada media di Kementerian BUMN.
Mantan el Presidente peraih 19 titel Scudetto Lega Calcio Serie A, Inter Milan, ini optimistis bahwa bergabungnya PT KAI (Persero) dan PT INKA (Persero) bisa membuat kedua korporasi itu lebih solid dan singkron dalam pengembangan bisnisnya sehingga performa dan kinerja keduanya lebih bergeliat.
Sebenarnya, kata dia, agenda holdingisasi bergulir sejak 2020. Pola itu, sahut Erick Thohir, bisa membuat struktur manajemen dan korporasi PT KAI (Persero) serta PT INKA (Persero) lebih baik dan solid.
Agar rencana penempatan PT KAI (Persero) sebagai holding company PT INKA (Persero) terwujud, Erick Thohir menyatakan, pihaknya memproses sekaligus mengurus berbagai hal, termasuk perizinannya, yang merupakan kewenangan Kementerian Keuangan.
Pihaknya berharap, pembentukan PT KAI (Persero) sebagai holding company PT INKA (Persero) terealisasikan pada 2025. (*)
