KESATU.CO – BANDUNG, Bagi korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan merupakan hal yang sangat krusial.
Karenanya, sebagai korporasi Merah Putih, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) terus melakukan upaya-upaya konkret agar seluruh perjalanan kereta aman, lancar, dan kondusif.
“Secara rutin, kami mengecek dan merawat seluruh sarana dan prasarana kereta. Tidak itu saja, kami pun menginspeksi jalur lintas, setidaknya setiap pekan,” tandas Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Ayep Hanapi.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini meneruskan, upaya-upaya pengecekan, pemeriksaan, dan perawatan seluruh sarana dan prasarana kereta, termasuk inspeksi lintas jalur merupakan cara jajarannya untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan setiap perjalanan.
Pasalnya, jadwal perjalanan kereta di wilayah kerjanya, jelas Ayep Hanapi, berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023, pihaknya mengaktifkan 164 perjalanan per hari.
Baca Juga: Kinerja Mandek, Laba Bersih Toyota Menyusut Sebanyak Ini, Apa Biang Keladinya?
Ke-164 perjalanan itu, jelasnya, berupa 48 perjalanan kereta jarak jauh. Kemudian, lanjutnya, 46 perjalanan Commuter Line Bandung Raya dan 10 perjalanan Commuter Line Walahar.
Selain itu, lanjut Ayep Hanapi, pihaknya juga mengaktifkan enam perjalanan kereta lokal Siliwangi. “Termasuk 54 perjalanan kereta feeder,” tambah Ayep Hanapi.
Cakupan jarak seliuruh perjalanan kereta tersebut, tutur Ayep Hanapi, yakni 451,048 kilo meter spoor. Titik-titiknya, sloata Ayep Hanapi, yakni Stasiun Gandasoli yang berada di wilayah selatan dan Stasiun Banjar di wilayah timur.
Apabila hasil pengecekan dan pemeriksaan menunjukkan adanya sarana dan prasarana yang tidak lain, tegas dia, secepatnya, pihaknya menindaklanjutinya.
Misalnya, ujar dia, pihaknya menemukan jalur yang terkendala oleh pohon tumbang. Jika itu terjadi, sahutnya, pihaknya segera menebangnya atau melakukan upaya lainnya.
Terlebih, sahut dia, pada kondisi cuaca menjelang musim hujan, pihaknya menormalisasi saluran-saluran air di seluruh titik wilayah kerjanya.
Tidak hanya pengecekan dan pemeriksaan sarana-prasarana, termasuk inspeksi lintas jalur, tambah Ayep Hanapi, pihaknya juga , mengedukasi, masyarakat tentang bahaya apabila beraktivitas pada area sekitar jalur kereta.
Sosialisasi dan edukasi pun, imbuhnya, mencakup imbauan kepada masyarakat agar senantiasa lebih disiplin dan menaati seluruh regulasi perkeretaan.
“Umpamanya, tidak menerobos perlintasan sebidang tatkala pintu perlintasan tertutup,” pungkas Ayep Hanapi. (*)
