KESATU.CO – BPJS Ketenagakerjaan Depok tidak hanya memberikan perlindungan saat pekerja mengalami risiko, tetapi juga mendorong keluarga peserta untuk kembali produktif.
Hal itu terlihat dalam rangkaian Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 melalui kunjungan kepada peserta dan pelatihan bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Depok mengunjungi Rizka, pekerja sektor perbankan yang mengalami kecelakaan kerja saat perjalanan pulang ke rumah. Rizka kini menjalani perawatan intensif di RS Hermina Depok.
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan peserta mendapatkan dukungan selama menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja.
Wakil Kepala Wilayah Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Wilayah Jawa Barat Dwi Yoga Prasetyo mengatakan Harpelnas menjadi kesempatan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendengar langsung kebutuhan peserta sekaligus mengevaluasi pelayanan.
“Harpelnas menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan peserta, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus terus mengevaluasi layanan agar semakin mudah, cepat, dan nyaman. Kepercayaan peserta menjadi motivasi kami untuk memberikan pelayanan terbaik setiap hari,” ujar Yoga.
Selain kunjungan kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan Depok menyoroti pemberdayaan keluarga melalui program PEKA. Salah satu penerima manfaatnya adalah Setyorini, yang kehilangan suaminya beberapa bulan lalu.
Suami Setyorini merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Setelah proses klaim manfaat jaminan sosial almarhum selesai, Setyorini mengikuti pelatihan PEKA selama tiga kali berturut-turut.
Dari pelatihan dan pendampingan tersebut, Setyorini mulai membangun usaha bersama anaknya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Depok. Setelah suami saya meninggal, saya mendapatkan manfaat jaminan sosial dan kemudian diberi kesempatan mengikuti pelatihan PEKA. Dari pelatihan itu saya mendapatkan banyak insight dan semangat untuk mulai membangun usaha bersama anak saya. Semoga apa yang kami jalani ini bisa terus berkembang dan menjadi jalan untuk kehidupan kami ke depan,” ujar Setyorini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok Novarina Azli mengatakan pemberian manfaat jaminan sosial tidak berhenti ketika peserta menghadapi risiko. Menurut dia, perlindungan juga perlu diikuti kesempatan bagi pekerja dan keluarganya untuk kembali mandiri.
“Ketika penerima manfaat dapat kembali produktif, membangun usaha, dan menghidupi keluarganya, di situlah kami melihat bahwa perlindungan memiliki nilai yang lebih besar. Kami ingin peserta tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarga pekerja,” jelas Novarina.
Konsep tersebut disebut sebagai Value Beyond Protection. Selain menjalankan pelayanan kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan Depok juga mendorong perluasan perlindungan bagi pekerja informal yang menghadapi risiko dalam aktivitas sehari-hari.
“Harpelnas bukan hanya tentang satu hari. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melayani dengan sepenuh hati, melindungi dengan memberikan kepastian, dan memberdayakan agar pekerja serta keluarganya dapat terus tumbuh dan mandiri,” pungkas Novarina.(***)
