KESATU.CO – BANDUNG, Sejatinya, Indonesia merupakan negara agraris. Karena itu, agrobisnis, terutama pertanian, merupakan sektor vital bagi negara ini.
Karena itu, pemerintah era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia kedelapan, Prabowo Subianto, bertekad untuk menciptakan swasembada pangan.
Bagaimana caranya?
Agar target swasembada pangan tercapai secara akseleratif, berbagai cara dilakukan pemerintah. Antara lain, mengintensifkan peran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menyerap beras petani lebih masif.
” Itu demi memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tandas Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, kepada media setelah Rapat Koordinasi soal Ketahanan Pangan dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Berbicara tentang perberasan, Zulhas, sapaan akrabnya, mengungkapkan, demi terakselerasinya pencapaian swasembada pangan, khususnya komoditas beras, pemerintah mengubah target volume pasokan CBP..
Baca Juga: Nataru 2024-2025: Peminat Commuter Line Semakin Banyak, Jumlah Penumpangnya Ratusan Ribu Orang
Adanya perubahan target itu, jelas Zulhas, pemerintah menetapkan CBP menjadi 2,5 juta ton.
Saat ini, sebut polotisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, pasokan CBP berada pada level 2 juta ton.
Rencananya, beber Zulhas, rencana perubahan target volume pasokan CBP menjadi 2,5 juta ton itu pihaknya ajukan kepada presiden dalam Rapat Terbatas.
Zulhas meneruskan, bertambah banyaknya volume pasokan CBP menjadi 2,5 juta ton pun bisa memperkuat posisi dan data saing petani.
Selain itu, sambungnya, perubahan target CBP juga memperkuat kepercayaan publik kepada Perum Bulog, terutama berkenaan dengan ketersediaan beras nasional yang berlimpah. (win)
