KESATU.CO, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein memimpin langsung tradisi budaya Muru Indung Cai yang digelar pada Rabu, 2 Juli 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian Bagian dari perayaan Hari Jadi Purwakarta ke-194 dan Kabupaten Purwakarta ke-57.
Rangkaian kegiatan dimulai dari kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga di Situ Buleud, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan napak tilas menuju mata air Cibulakan yang berada di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa.
Muru Indung Cai, yang berarti “menyusuri sumber mata air,” mengandung makna simbolis sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap keberadaan mata air sebagai sumber kehidupan.
“Ini bukan sekadar prosesi budaya, tapi juga bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem di sekitar sumber air. Pohon-pohon penyangga mata air harus dijaga dan jika ada yang ditebang, harus diganti dengan menanam kembali,” kata Om Zein, sapaan populer Bupati Purwakarta.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Sukabumi Setujui Dua Raperda, Termasuk Dana Cadangan untuk Pilkada 2029
Mata air Cibulakan, kata Om Zein, memegang peranan vital. Selain menyuplai air ke kawasan wisata Sri Baduga, keberadaannya juga mendukung aktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan air warga sekitar.
Jika sumber ini rusak atau mengering, dampaknya akan dirasakan luas oleh masyarakat.
“Air adalah fondasi kehidupan. Dari sinilah sawah dan kebun memperoleh pasokan air. Jika sumber ini rusak, keberlanjutan hidup pun terancam. Inilah filosofi Muru Indung Cai — menjaga air berarti merawat masa depan kita bersama,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta juga menjadikan tradisi ini sebagai sarana edukasi lingkungan yang sarat nilai budaya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk ikut terlibat dalam upaya perlindungan kawasan resapan dan pelestarian sumber mata air.
Tradisi Muru Indung Cai tahun ini melibatkan berbagai elemen, seperti tokoh adat, kalangan pemuda, komunitas lingkungan, serta aparat pemerintahan desa dan kecamatan.
Kebersamaan inilah yang diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. ***
