KESATUCO – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah masih berada pada level lemah akibat tingginya ketergantungan terhadap dana pemerintah pusat dan provinsi.
Situasi ini dinilai tidak ideal bagi daerah yang ingin bergerak menuju kemandirian.
“Kota Sukabumi masih berada pada kategori fiskal lemah karena ketergantungan tinggi terhadap dana dari pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Tekankan Penguatan Sinergi dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Bobby menyebut, tuntutan pemerintah pusat untuk mendorong kemandirian fiskal membuat daerah harus berani menggali potensi lokal secara maksimal. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun menjadi fokus utama yang tak bisa ditunda.
Menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Sukabumi tengah menyiapkan sejumlah langkah transformasi, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kreatif, hingga digitalisasi layanan publik demi memastikan pembangunan tetap berjalan.
“Pemerintah daerah dituntut berinovasi agar roda pembangunan tetap berjalan,” ujar Bobby.
Meski demikian, ia tetap optimis upaya memperkuat struktur fiskal dapat terwujud apabila semua pihak bersinergi. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dukungan pihak eksternal diyakini menjadi kunci percepatan transformasi ekonomi.
“Ketika semua bergerak, saya yakin kita bisa mempercepat transformasi menuju arah yang lebih progresif,” pungkasnya.
