KESATU.CO, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta, Om Zein, kembali menunjukkan aksi nyata dalam mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus penguatan reformasi birokrasi di tingkat desa dan kelurahan.
Kali ini, Om Zein mengajak para sekretaris lurah (Seklur) se-Kabupaten Purwakarta serta para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk melaksanakan kegiatan jalan pagi dan olahraga bersama.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini berlokasi di Lembur Harepan, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Kawasan asri ini sengaja dipilih untuk memberikan suasana segar bagi para aparatur sipil negara (ASN) di sela-sela rutinitas kerja mereka yang padat.
Sekretaris Lurah Adalah Gerbang Administrasi yang Harus Sehat
Dalam arahannya, Om Zein menenankan betapa krusialnya peran seorang sekretaris lurah dalam roda pemerintahan di tingkat paling bawah.
Menurutnya, Seklur adalah ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Sekretaris lurah itu merupakan gerbang dari sistem administrasi kelurahan. Kalau gerbangnya lemas atau tidak prima, maka pelayanan ke masyarakat bisa terhambat. Makanya, mereka harus sehat jasmani dan rohani, salah satunya lewat olahraga rutin seperti ini,” ujar Om Zein di sela-sela kegiatan jalan pagi.
Dengan tubuh yang bugar, Om Zein berharap para Seklur dapat memimpin dan mengawal berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan lebih bertenaga dan diberdayakan secara maksimal.
3 Program Unggulan Purwakarta: Dari ‘Ngosrek’ hingga ‘Rebo Ngumum’
Lebih lanjut, Om Zein mengingatkan para Seklur untuk aktif menyosialisasikan dan menjalankan tiga program strategis daerah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat:
1. Gerakan “Ngosrek” (Ngored Beberesih Berseka)
Program ini berfokus pada kebersihan lingkungan secara gotong royong. “Ngosrek” mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membersihkan rumput liar (ngored) dan menjaga estetika lingkungan agar tetap bersih, indah, dan sehat (berseka).
2. Sosialisasi Nikah Hemat di KUA
Untuk menekan angka pernikahan siri dan membantu meringankan beban ekonomi warga, Om Zein meminta kelurahan gencar mengampanyekan nikah hemat dan gratis di Kantor Urusan Agama (KUA).
Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi pasangan baru tanpa harus terbebani biaya tinggi.
3. Gerakan “Rebo Ngumum”
Salah satu program yang paling disorot adalah Rebo Ngumum, yaitu instruksi di mana setiap hari Rabu, seluruh pegawai Pemda dan ASN di Purwakarta wajib naik kendaraan umum ke tempat kerja, alih-alih menggunakan kendaraan pribadi.
Misi Mulia ‘Rebo Ngumum’: Putar Roda Ekonomi Driver Ojol dan Angkot
Bukan tanpa alasan Om Zein begitu tegas menerapkan gerakan Rebo Ngumum. Melalui kebijakan ini, ada misi perputaran ekonomi kerakyatan yang ingin dicapai.
“Pesan saya jelas, gerakan Rebo Ngumum ini dibuat agar sebagian uang atau penghasilan kita sebagai ASN bisa berputar ke para pelaku usaha transportasi lokal,” tegas Om Zein.
Ia menambahkan, dengan beralihnya ASN ke transportasi publik setiap hari Rabu, para pengemudi Ojek Online (Ojol), ojek kampung, sopir angkot, hingga taksi online akan langsung merasakan dampak positifnya berupa peningkatan pendapatan.
Kegiatan olahraga bersama alumni HMI dan para Seklur ini ditutup dengan diskusi santai di Lembur Harepan, membahas langkah taktis agar program-program tersebut dapat terimplementasi hingga ke tingkat RT dan RW demi kemajuan Kabupaten Purwakarta.***
