KESATU.CO, PURWAKARTA — Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Terbaru, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, resmi mengumumkan program kolaborasi penyediaan bantuan kaki palsu secara gratis bagi warga Purwakarta yang membutuhkan.
Program kemanusiaan ini terwujud berkat sinergi strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama SDH Foundation dan NSS. Pengumuman penting tersebut disampaikan langsung oleh Om Zein melalui unggahan di akun TikTok resminya, @omzein_bupatiaing.
Dalam keterangannya, Om Zein menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kepedulian berbagai pihak dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas fisik di wilayah Kabupaten Purwakarta.
“Baik, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Purwakarta kesayangan Om Zein dan netizen di mana pun berada. Om Zein dengan Pak Zein juga nih, double Zein. Ini dari SDH Foundation ada Bu Tian dan kawan-kawan, ada Pak Loda dari NSS, Pak Kelas dari NSS, dan ini juga dari Komisi Disabilitas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta dari RSUD Bayu Asih,” ujar Om Zein hangat saat menyampaikan kabar gembira tersebut.
Akses Kesehatan dan Mobilitas Mandiri bagi Disabilitas
Melalui kerja sama lintas sektor ini, Pemkab Purwakarta ingin memastikan para penyandang disabilitas fisik khususnya masyarakat yang membutuhkan alat bantu gerak berupa kaki palsu dapat kembali beraktivitas secara mandiri, produktif, dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Om Zein menegaskan bahwa program sosial ini terbuka penuh bagi seluruh warga Kabupaten Purwakarta tanpa terkecuali.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat luas maupun pihak keluarga yang memiliki anggota keluarga berpotensi menerima manfaat agar tidak ragu mendaftarkan diri secepatnya.
“Kita bekerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dengan SDH Foundation dan NSS untuk penyiapan kaki palsu. Jadi untuk masyarakat Purwakarta di mana pun berada yang kebetulan butuh kaki palsu, daftarkan segera,” tegas Bupati Purwakarta.
Alur Lengkap dan Lokasi Pendaftaran Bantuan Kaki Palsu
Guna mempermudah jangkauan pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat, Pemkab Purwakarta telah menyiapkan beberapa jalur pendaftaran resmi. Warga dapat memilih lokasi pendaftaran terdekat yang paling mudah diakses.
Masyarakat Purwakarta dapat mengurus pendaftaran bantuan kaki palsu gratis ini melalui tiga pintu layanan utama:
-
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta
-
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Purwakarta
-
Tempat Pengaduan Bale Katresna
Setelah proses pendaftaran administrasi selesai, tim teknis gabungan akan segera menerjunkan personel untuk melakukan pendataan detail serta pengukuran dimensi fisik kaki penerima manfaat secara presisi.
Tahapan pengukuran yang cermat ini sangat krusial agar kaki palsu yang diproduksi benar-benar pas, nyaman digunakan, dan sesuai dengan anatomi tubuh masing-masing individu.
“Nanti dicatat ukurannya secepat mungkin ya, supaya bisa lebih cepat. Nah setelah kita ukur, kita proses pembuatan kaki baru dan baru penyerahan,” jelas Om Zein merincikan alur pengerjaannya.
Wujudkan Purwakarta Inklusif dan Ramah Disabilitas
Di akhir penyampaiannya, Om Zein mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada SDH Foundation, NSS, Komisi Disabilitas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga RSUD Bayu Asih yang bergerak cepat merespons kebutuhan sosial warga.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan menjadi bukti nyata semangat gotong royong antara pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah (NGO), dan sektor swasta dalam membangun ekosistem Kota Purwakarta yang inklusif, ramah disabilitas, serta berkelanjutan.
“Buat Purwakarta kesayangan Om Zein semua, ini juga buat SDH Foundation, buat NSS, terima kasih banyak. Nanti sampai jumpa kita di pengukuran dan penyerahan kaki palsu ya,” tutup Om Zein.
Bagi warga Kabupaten Purwakarta yang ingin berkonsultasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai persyaratan berkas dan alur pendaftaran program bantuan kaki palsu gratis ini, dianjurkan untuk segera mendatangi kantor Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, atau Bale Katresna terdekat.***
