KESATU.CO, PURWAKARTA – Musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat mulai berdampak signifikan terhadap ketersediaan sumber air warga.
Merespons kondisi tersebut, Penyaluran Air Bersih untuk warga daerah terdampak kekeringan di Purwakarta secara bertahap telah dilakukan. Langkah cepat ini menjadi angina segar bagi masyarakat yang dalam beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan harian.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran prioritas distribusi kali ini adalah Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Purwakarta. Warga di desa tersebut tampak bahagia dan sangat antusias saat armada tangki pembawa air bersih tiba di pemukiman mereka.
Berbondong-bondong, warga keluar rumah dengan membawa berbagai wadah air, mulai dari ember, jeriken, hingga galon untuk menampung air bersih yang dibagikan.
Sinergi Pemkab dan BPBD Purwakarta
Aksi tanggap darurat kekeringan ini terlaksana berkat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama BPBD Purwakarta.
Penyaluran air ini dijalankan secara langsung melalui program prioritas Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, yaitu Layanan Distribusi Air Bersih.
Program ini dirancang khusus untuk menjangkau titik-titik rawan krisis air bersih di seluruh wilayah Purwakarta selama musim kemarau.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan tidak ada warga yang terbengkalai atau mengalami krisis air berkepanjangan.
Bupati Purwakarta, Om Zein, menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar ini bagi masyarakat.
Pihaknya akan terus memantau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
“Air bersih adalah kebutuhan utama ketika pasokan air mengalami gangguan, kami siap membantu,” ucap Om Zein dalam arahanya terkait penanganan dampak kekeringan di wilayahnya.
Ucap Syukur dan Apresiasi dari Warga
Kehadiran armada bantuan air bersih dari Pemkab dan BPBD Purwakarta ini langsung menyelesaikan permasalahan mendesak yang dihadapi warga Desa Pangkalan.
Senyum lega terlihat dari raut wajah para penerima manfaat yang kini tidak perlu lagi berjalan jauh atau membeli air tangki demi memenuhi kebutuhan memasak, minum, dan sanitasi.
Ungkapan rasa syukur dan apresiasi pun mengalir mendalam dari masyarakat setempat atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah. Penyaluran bantuan yang tepat sasaran ini dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi dan fisik warga di tengah cobaan musim kemarau.
“Terima kasih Om Zein Bupati Purwakarta atas Program Bantuan Penyaluran Air Bersihnya,” ucap salah seorang warga Desa Pangkalan saat mengantre air bersih dengan tertib.
Komitmen Penanganan Berkelanjutan
Penyaluran air bersih di Kecamatan Bojong ini baru merupakan bagian dari rangkaian distribusi yang dijadwalkan secara berkala. BPBD Purwakarta terus melakukan pemetaan (mapping) dan mendata daerah-daerah lain yang melaporkan penurunan debit air sumur maupun mata air warga.
Melalui program Layanan Distribusi Air Bersih ini, armada tangki air disiagakan setiap hari untuk menyusur daerah pelosok yang membutuhkan.
Warga yang wilayahnya mulai mengalami kesulitan air diimbau untuk segera berkoordinasi dengan pihak desa atau kecamatan setempat agar jadwal pengiriman air dapat segera diatur oleh tim gugus tugas BPBD.
Dengan komitmen penanganan yang terintegrasi ini, Pemkab Purwakarta optimistis mampu meminimalisasi dampak krisis air bersih di seluruh penjuru kabupaten hingga musim penghujan kembali tiba.***