KESATU.CO, PURWAKARTA – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, di Desa Citalang berujung pada rasa kecewa mendalam.
Proyek pengaspalan jalan dengan metode hotmix yang baru saja rampung dikerjakan justru ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari standar kualitas yang diharapkan.
Dalam peninjauan langsung di lapangan, Om Zein menemukan bahwa hasil pengerjaan jalan tersebut terkesan sangat asal-asalan. Kualitas material dan ketebalan aspal dinilai jauh dari spesifikasi teknis.
Ketidakberesan ini terbukti secara instan ketika Om Zein mencoba mengecek daya rekat aspal tersebut. Cukup dengan menggunakan tangan kosong, lapisan aspal yang baru digelar itu dengan mudahnya dicongkel dan langsung terlepas dari permukaan tanah.
Kondisi fisik jalan yang sangat rapuh ini memicu keprihatinan besar. Jalan publik yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan penunjang mobilitas masyarakat Citalang justru berpotensi cepat rusak kembali dalam hitungan hari, terutama jika dilintasi kendaraan bermuatan berat atau diterjang hujan deras.
Tak hanya menyoroti fisik bangunan yang buruk, Om Zein juga mengkritik tajam proses perencanaan proyek yang dinilainya sama sekali tidak mengacu pada kondisi eksisting di lapangan.
Perencanaan yang terkesan “asal tembak” tanpa survei matang ini dinilai menjadi akar penyebab buruknya kualitas eksekusi di tingkat bawah.
Atas temuan mengecewakan ini, Bupati Purwakarta memberikan teguran amat keras kepada dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) serta pihak kontraktor pelaksana.
Om Zein menegaskan agar setiap perencanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Purwakarta dibuat dengan sungguh-sungguh, presisi, dan berbasis data teknis yang akurat.
Dengan nada tinggi dan emosional, Om Zein mengingatkan seluruh jajarannya mengenai asal-usul anggaran yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.
Pemerintah daerah harus bersusah payah mengumpulkan pendapatan daerah dari berbagai sektor, termasuk menarik pajak dari rakyat kecil.
“Cari duitnya susah dari sana dari sini, pungut pajak sana sini, tapi hasil pengerjaannya gagal total!” tegas Om Zein di lokasi sidak.
Pernyataan menohok ini menjadi sentilan keras bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan pihak ketiga agar tidak bermain-main dengan uang rakyat. Setiap rupiah yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dipertanggungjawabkan secara maksimal melalui hasil pengerjaan yang berkualitas tinggi, tahan lama, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Masyarakat Desa Citalang sendiri menyambut baik langkah tegas Bupati Purwakarta yang turun langsung mengawasi pembangunan di daerah mereka.
Warga berharap sidak ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah untuk segera memerintahkan pembongkaran dan pengaspalan ulang jalan sesuai spesifikasi standar yang berlaku.
Langkah tindak lanjut dari sidak ini diantisipasi akan berujung pada evaluasi total terhadap kinerja penyedia jasa atau kontraktor yang terlibat.
Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian berat, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah akan memberikan sanksi tegas berupa pendaftaran hitam (blacklist) terhadap kontraktor nakal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di wilayah Purwakarta lainnya.***
