KESATU.CO, PURWAKARTA — Pemerintah Kabupaten Purwakarta di bawah kepemimpinan Bupati Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, terus mengakselerasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Mengusung visi dan jargon populer “Jalan Mulus, Imah Aralus” (Jalan Mulus, Rumah Bagus), Pemkab Purwakarta berkomitmen memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi seluruh masyarakat secara bertahap.
Bupati Om Zein mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya, data mencatat ada sebanyak 10.650 unit Rutilahu yang tersebar di wilayah Kabupaten Purwakarta. Angka tersebut terbilang sangat besar dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Namun, Om Zein menegaskan rasa optimisnya bahwa penanganan Rutilahu ini dapat dituntaskan secara menyeluruh.
Capaian Program Rutilahu Purwakarta (2025–2026)
Proses pembenahan rumah warga yang rusak terus berjalan masif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025 lalu, pemerintah daerah berhasil merealisasikan perbaikan sebanyak 1.576 unit Rutilahu.
Pembangunan ini bersumber dari kolaborasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purwakarta (APBD 2), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta dukungan dari berbagai pihak swasta dan masyarakat.
Memasuki tahun 2026, akselerasi pengerjaan Rutilahu kembali ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta sedang dan akan menangani sebanyak 2.129 unit rumah dengan skema pembiayaan yang sama.
“Jadi berapa sampai akhir tahun yang bisa kita tangani, itu sekitar 3.705 Rutilahu. Berarti sisanya masih banyak, iya… Sekitar 6.945 unit lagi,” ujar Om Zein diselingi senyum optimisnya saat memberikan keterangan.
Secara akumulatif hingga akhir tahun 2026, total Rutilahu yang telah berhasil diperbaiki mencapai 3.705 unit rumah.
Target 3 Tahun Kedepan dan Komitmen “Jalan Mulus, Imah Aralus”
Meskipun sisa Rutilahu yang belum tersentuh masih cukup banyak yaitu sekitar 6.945 unit Bupati Om Zein memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Om Zein meminta waktu tiga tahun ke depan untuk menuntaskan sisa ribuan Rutilahu tersebut hingga selesai.
Ia memahami bahwa pembangunan rumah dalam jumlah besar memerlukan waktu, proses, serta penganggaran yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika seluruh rumah rusak belum bisa diperbaiki secara bersamaan.
“Banyak banget, sangat banyak ya… Itu kita perbaiki satu per satu dengan cara perlahan diperbaiki. Bismillah, semuanya akan kami selesaikan secara bertahap satu per satu,” tutur Om Zein.
Ia mengimbau masyarakat yang rumahnya masih dalam kondisi rusak untuk tetap bersabar, karena seluruh warga yang memenuhi kriteria dipastikan akan mendapatkan giliran perbaikan.
Sinergi Kepala Desa dan Aplikasi “Sapa Warga Imah Aing”
Demi mempercepat penanganan di lapangan, Om Zein menginstruksikan kepada seluruh kepala desa (kades) di Kabupaten Purwakarta untuk memperkuat semangat gotong royong.
Penanganan terhadap rumah warga yang kondisinya sangat darurat dan membahayakan keselamatan harus segera diprioritaskan terlebih dahulu.
Selain aksi nyata secara swadaya di tingkat desa, Om Zein juga menekankan pentingnya akurasi pendataan berbasis digital. Ia mengajak seluruh masyarakat dan perangkat desa untuk aktif mendaftarkan rumah warga yang membutuhkan perbaikan melalui sistem resmi Pemkab.
“Jangan lupa ajukan ke aplikasi Sapa Warga Imah Aing,” pesan Om Zein mengingatkan warga agar data penerima bantuan Rutilahu terverifikasi dengan baik.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta keterlibatan aktif masyarakat melalui teknologi, Pemkab Purwakarta optimis impian “Jalan Mulus, Imah Aralus” dapat terwujud sepenuhnya demi kesejahteraan warga Purwakarta.***
