KESATU.CO – Ibadah haji merupakan dambaan semua umat muslim di Indonesia. Terlebih lagi, waktu dan kesempatan saat ini untuk pergi haji bisa bertahun-tahun lamanya menunggu.
Bagi yang sudah memiliki rejeki baik materi dan Kesehatan, bisa saja tidak tersolusikan mengingat jatah antrian untuk pergi haji diminati banyak orang. Karenanya, tak heran selain menunggu kesempatan ibadah haji datang, umroh bisa menjadi satu pilihan.
Namun demikian, bukan Khalifah Tour bilamana tidak bisa mensolusikan keinginan orang-orang untuk pergi berhaji. Walau ada yang harus menunggu hingga 7 tahunan, Khalifah Tour mampu merealisasikan orang-orang yang ingin berhaji,yang salah satunya melalui ONH Plus.
Di Juni 2024 ini, berkat kegigihan dan komitmen yang baik, Khalifah Tour bisa memberangkatkan haji, ONH Plus sebanyak 120 orang-an lebih.
Khalifah Tour
PT. Citraceria Usaha Khalifah Atau Khalifah Tour Sudah Beroperasi Sejak Tahun 2005, Dengan Izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji SK Menag RI. PPIU/PIHK 3050. Dengan menghadirkan para pembimbing ibadah yang mengedepankan nilai-nilai unggul CARE (Cakap, Amanah, Responsif Dan Empati).
Kenyamanan perjalanan ibadah para jamaah haji atau umroh jadi tujuan. Terlebih, dengan tagline “Bimbingan Maksimal, Fasilitas Optimal” selalu jadi acuan Khalifah Tour untuk memuaskan jemaah yang pergi haji dan umroh untuk mencapai apa yang menjadi keinginan ibadahnya.
Pelayanan terbaik dengan menyediakan fasilitas penerbangan, hotel dan transportasi yang optimal diberikan agar jamaah yang mau berhaji atau umroh bisa focus ibadah.
“Seperti yang menjadi tagline kami, Bimbingan Maksimal, Fasilitas Optimal kami selalu terapkan karena memang misi kami ingin memberikan kenikmatan beribadah kepada seluruh jemaah. Dan itu yang utama sehingga agar terwujud apa yang diinginkan harus ditunjang oleh fasilitas,”ujar H.Rustam Sumarna, Direktur Khalifah Tour, Selasa (04/06/24).
“Dari segi jarak, dari segi kenyamanan, dari segi makanan, itu menjadi satu aspek kesatuan. Kalau sekedar berhaji/umroh mewah, gampang tapi bukan hanya itu saja. Karena itu, bimbingan maksimal, betul-betul all out-lah. Calon jamaah haji saja sampai manasik hajinya lima kali dan sejauh yang saya tahu, mungkin di Indonesia hanya beberapa travel yang melakukan manasik haji hingga lima kali,” tuturnya.
Rustam mengungkapkan mengapa manasik harus sampai lima kali karena hal itu ditujukan agar calon jamaah haji bisa total beribadah jika paham apa saja yang harus dilakukan di sana (Mekah). Direktur Khalifah Tour ini juga menjelaskan bahwa dalam melakukan perjalanan haji di sana tidak dipungkiri, banyak tantangannya.
Bagi calon jamaah haji yang tua, tantangannya adalah di Kesehatan. Dan tanggung jawab Khalifah Tour bagaimana memfasilitasi calon jamaah haji yang lanjut usia bisa melaksanakan ibadah haji sebaik-baiknya, walau tantangan bagi mereka adalah di Kesehatan.
Sementara itu, Rustam menuturkan bahwa tantangan bagi calon jamaah haji yang muda itu lebih susah diatur. Selanjutnya, untuk tenaga Kesehatan seperti dokter pada pemberangkatan di haji tahun 2024 ini disediakan satu orang yang mewakili 120-130an calon jamaah haji.
“Sering ada problem, kadang-kadang calon jemaah haji ONH Plus itu sering dianaktirikan,” tutur Rustam menceritakan.
“Seakan-akan obat-obatan dan Kesehatan itu setahu saya yang telah berkonfirmasi dengan Komisi IX, obat-obatan tersebut untuk calon jamaah haji itu sudah disiapkan dan dianggarkan di APBN tetapi apabila ada calon Jemaah haji yang berasal dari ONH Plus sering “diabaikan” dengan alasan, haji ONH Plus. Mengapa mereka diabaikan? Memang calon Jemaah haji ONH Plus bukan warga negara Indonesia juga?” ulas Rustam merasa kecewa.
“Banyak kejadian, jemaah haji dari ONH Plus apabila jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit Indonesia di Mekah, ditolak dan kejadian ini bisa dikonfirmasi ke saya. Misalnya, pada haji tahun 2014, ada Jemaah ONH Plus yang terkena serangan jantung dan waktu dibawa ke rumah sakit tidak diterima,” terang Rustam. Rustam memaparkan bahwa kejadian dan persoalan
ini sudah diadukan ke DPR tetapi sepertinya Dinas Kesehatan masih beranggapan bahwa jemaah haji dari ONH Plus belum bisa dilayani jika ada yang sakit di Mekah.
Ia menjawab perihal makanan untuk calon Jemaah haji di Mekah bahwa hotel yang menjadi tempat menginap para Jemaah adalah hotel yang makanannya berbasis makanan Indonesia sehingga tidak ada masalah untuk itu.
“Strategi Khalifah Tour untuk membantu para Jemaah haji tahun 2024 yang berangkat sebanyak 4 bis kali ini adalah dengan mengoptimalkan 4 pembimbing bagi jamaah. Biasa yang berangkat haji adalah sebanyak 3 bis tapi karena yang berhaji di tahun ini sangat banyak, maka Khalifah Tour pun kebagian calon Jemaah haji lebih banyak dari biasanya,” ujar Ustad Pembimbing dari Khalifah Tour menambahkan.
“Mengapa ustad pembimbing dioptimalkan karena metode di Khalifah Tour itu punya goals bagaimana agar Jemaah calon haji bisa lebih khusyuk beribadah. Dengan calon Jemaah haji di 4 bis yang pergi, maka ustad pembimbing nya pun ada 4 orang sehingga pembimbingan ibadah para calon Jemaah haji bisa optimal,” serunya.
Ustad menerangkan bahwa setiap moment para ustad pembimbing akan rolling terus dan ini ditujukan untuk menghindari bahwa di bis itu tidak ada pembimbing. Selain itu, kehadiran para ustad pembimbing yang paham berhaji secara syar’I, paham fiqih berhaji bisa membimbing calon Jemaah haji menjalankan secara syar’I dengan benar.
“DI Khalifah Tour ini benar-benar optimal dalam pembimbingan dan selain itu fasilitas yang diberikan juga optimal,” terang ustad.
“Haji di tahun 2024, cuacanya mau mendekati haji di seperti tahun 2015 dimana di tahun itu, cuaca panasnya mencapai 56 derajat celcius dan kita sudah sangat paham bagaimana mensolusikan cuaca panas seperti itu. Kita anjurkan kepada calon jemaah haji untuk menjalankan strategi agar bisa menjalankan haji dengan lancar,” paparnya.
Ia menerangkan bahwa calon Jemaah haji untuk menghindari paparan sinar matahari langsung atau keluar banyak di waktu siang, serta banyak konsumsi air minum agar Kesehatan terjaga. Karena seperti diketahui bahwa calon Jemaah haji Indonesia itu rentan di kesehatannya.***
