KESATU.CO, PURWAKARTA – Suasana malam di Kecamatan Bungursari berubah menjadi penuh haru dan riuh tepuk tangan. Di tengah riuhnya gelaran Safari Cinta yang dihadiri ribuan warga, sebuah kisah inspiratif tentang perubahan nasib sebuah keluarga peternak sukses mencuri perhatian publik dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Bagi sebagian orang, memelihara hewan ternak adalah mata pencaharian biasa. Namun, bagi satu keluarga asal Bungursari ini, sapi adalah simbol perjuangan hidup yang panjang.
Sepanjang hidup mereka, dari generasi ke generasi, keluarga ini hanya bisa gigit jari menjadi buruh pemelihara sapi milik orang lain (disebut juga sistem paro).
Namun, malam itu takdir mereka berubah 180 derajat berkat intervensi langsung dari orang nomor satu di Purwakarta yang akrab disapa Om Zein.
Air Mata Penantian di Atas Panggung Safari Cinta
Acara Safari Cinta Bungursari awalnya berjalan seperti biasa, diisi dengan dialog interaktif antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Namun, panggung utama mendadak hening saat perwakilan keluarga peternak ini dipanggil ke atas panggung untuk menceritakan kisah hidup mereka.
Dengan suara bergetar, kepala keluarga tersebut menceritakan bagaimana puluhan tahun mereka merawat, memberi makan, dan membersihkan kandang sapi milik orang lain. Keuntungan yang didapat pun harus dibagi dua, itu pun seringkali hanya cukup untuk makan sehari-hari. Impian untuk memiliki hewan ternak sendiri selalu terkubur oleh keterbatasan modal.
Mendengar kisah nyata warganya yang penuh dedikasi namun terkendala modal usaha, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein langsung mengambil tindakan nyata.
Bupati Purwakarta Berikan Modal Rp10 Juta untuk Beli Sapi Sendiri
Tidak sekadar memberikan janji manis atau motivasi, Om Zein langsung memberikan kejutan luar biasa di atas panggung. Beliau menyerahkan bantuan modal uang tunai sebesar Rp10 juta rupiah secara langsung kepada keluarga tersebut.
Bantuan modal ini diberikan secara khusus dengan satu tujuan: membeli sapi milik mereka sendiri.
“Ini bukan sekadar bantuan uang, tapi ini adalah modal kemandirian. Saya ingin keluarga ini tidak lagi menjadi buruh di tanah sendiri. Mulai besok, urus sapi milik sendiri, nikmati hasilnya sendiri untuk kesejahteraan keluarga,” ujar Om Zein di atas panggung Bungursari, disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan warga.
Tangis haru pun pecah di atas panggung. Sang peternak langsung bersujud syukur atas berkah tak terduga yang mengubah jalan hidup keluarganya malam itu.
Komitmen Pemkab Purwakarta dalam Pemberdayaan Peternak Lokal
Momen di Safari Cinta Bungursari ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dalam program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.
Pemberian bantuan modal usaha langsung dinilai jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan sekadar bantuan sosial konsumtif.
Pengamat ekonomi sosial Purwakarta menilai bahwa intervensi modal seperti yang dilakukan Om Zein memberikan multiplier effect.
Dengan memiliki sapi sendiri, keluarga tersebut kini memiliki aset produktif yang bisa berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan utama yang mandiri.
Harapan Baru dari Kandang Sendiri
Kini, kehidupan keluarga peternak di Bungursari tersebut telah resmi berubah. Mereka tidak lagi melangkah ke kandang dengan status pekerja upahan, melainkan sebagai pemilik usaha peternakan mandiri.
Kisah dari panggung Safari Cinta Bungursari ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memotong rantai kemiskinan dan memberikan kail, bukan hanya ikan.
Bagi warga Purwakarta, aksi nyata Om Zein malam itu akan selalu diingat sebagai simbol kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil.***
