KESATU.CO – BANDUNG, Kejutan bisa terjadi pada berbagai sektor, termasuk industri jasa keuangan bidang perbankan.
Informasinya, secara mengejutkan, posisi Komisaris Utama Independen PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb lowong.
Kabarnya, lowongnya posisi itu setelah ditinggalkan Ventje Rahardjo Soedigno. Padahal, Ventje Rahardjo Soedigno baru dua bulan bertugas sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb.
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan Rabu 19 Juni 2024, kabarnya, Ventje Rahardjo Soedigno mengajukan surat pengundurannya sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb dan diterima perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung itu pada 13 Juni 2024.
Akan tetapi, kabarnya, dalam surat itu, Ventie Rahardjo Soedigno tidak menjelaskan faktor yang menyebabkannya lengser sebagai Komisaris Utama bank bjb.
Baca Juga: Bonbin Bandung, Berikan Pelatihan Hadapi Hewan Meresahkan, Peserta: Ilmunya Luar Biasa
Melansir dari beberapa sumber, menanggapi kabar lengsernya Ventje Rahardjo Soedigno, Yusdy Renaldi, Direktur Utama bank bjb, menegaskan, hal itu tidak berpengaruh pada kinerjanya perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Yuddy Renaldi mengatakan, putusan tentang pengajuan surat pengunduran Ventje Rahardjo Soedigno sebagai Komisaris Utama bank bjb pihaknya gulirkan pada agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sejatinya, Ventje Rahardjo Soedigno bertugas sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb berdasarkan putusan RUPS Tahunan bank bjb pada 2 April 2024.
Berdasarkan situs resmi perusahaan, Ventje Rahardjo Soedigno belum memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkenaan dengan hasil Fit and Proper Test (Penilaian Kemampuan dan Kepatutan).
Sebelum tampil sebagai Komisaris Utama Independen bank bjb, alnus Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas 1980 itu berpredikat Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) 2019-2022.
Selain itu, kabarnya, saat menempati posisi Komisaris Utama Independen bank bjb, sosok yang lahir di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1954 ini berperan sebagai Advisor on Islamic Ecosystem Projects PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk sejak 2023. (*)
