KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi dan industri strategis berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) sangat berkepentingan mendukung dan mengakselerasi terbentuknya eksistensi kendaraan listrik.
Hal itu sebagai daya dukung dan komitmen PT PLN (Persero) menyukseskan dan merealisasikan program Net Zero Emission (NZE) yang targetnya terealisasi pada 2060.
Bukti keseriusan PT PLN (Persero) menggairahkan dan mengakselerasi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yakni aktif menambah aktivasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah.
Satu cara PT PLN (Persero) mempercepat aktivasi SPKLU itu yakni bersinergi dengan 28 mitra badan usaha melalui penandatanganan 30 set Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Isinya pengembangan dan penyediaan charging (pengisian daya). “Kerja sama dengan 28 mitra itu adalah upaya kami mempercepat, menggeliatkan, dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik,” tandas Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resminya, Kamis (4/7/2024).
Darmawan Prasodjo melanjutkan, pengembangan dan pemerkuatan SPKLU itu berdasarkan pada penugasan Pemerintah ang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 79/2023 tentang percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada sistem transportasi jalan.
Dia berpendapat, pemanfaatan Electric Vehicle (EV) alias kendaraan listrik bisa mereduksi emisi karbon sektor transportasi.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Edi Srimulyanti, menambahkan, ekosistem EV terus menunjukkan perkembangan positif.
Kondisi itu, sahut Edi Srimulyanti, berkat stimulus dan insentif pembelian EV. Selain itu, sambung dia, juga adanya kemudahan pemasangan baru, penambahan daya, dan harga khusus pengisian daya listrik di rumah.
Berdasarkan kesepakatan dalam kerja sama tersebut, bersama 28 mitra badan usaha,kata Edi Srimulyanti, pihaknya mengembangkan infrastruktur EV melalui aktivasi SPKLU.
“Termasuk mengaktifkan SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) dan HCL (Home Charging Services),” kata Edi Srimulyanti.
Sinergi dengan 28 mitra badan usaha itu pun, imbuh Edi Srimulyanti, juga upaya jajarannya untuk merealisasikan target 2024, yaitu penambahan 3 ribu unit SPKLU dan 250 unit SPBKLU.
Daftar 28 Mitra Badan Usaha yang bersinergi dengan PLN
1. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI)
2. Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML)
3. PT Alessa Motors Nusantara
4. PT Wedison New Energy Group
5. PT Hartono Istana Teknologi (Polytron)
6. Skyline Mobility Inc
7. PT Oyika Energi Indonesia
8. PT Gotion Indonesia Material
9. PT Triangle Motorindo (Viar Motor)
10. PT Industri Baterai Indonesia (IBC)
11. PT TDL Energy Indonesia (TDL ID)
12. PT Gesits Motor Nusantara
13. PT Energi Selalu Baru (VOLTA)
14. PT Swap Energi Indonesia
15. PT Energi Kreasi Bersama (ELECTRUM)
16. PT Saic Motor Indonesia (MG)
17. PT Ardendi Jaya Sentosa (TOYOTA)
18. PT Neta Auto Indonesia
19. PT Garuda Mataram Motor (VW)
20. PT Indomobil Energi Baru (AION Y)
21. PT Duta Cemerlang Motors (Hino)
22. PT Multi Integra Digital
23. PT Darma Putra Lestari
24. PT Arista Elektrika Nusantara
25. PT High Volt Technology
26. PT Exelly Elektrik Indonesia
27. PT Listrik Anugerah Divina
28. PT Bringin Karya Sejahtera. (*)
