KESATU.CO – BANDUNG, Sejak beberapa waktu terakhir, hingga kini, perkembangan ekonomi global masih gonjang-ganjing dan belum ada kepastian.
Meski begitu, sepertinya, hal tersebut tidak membuat kinerja dan performa industri perbankan nasional menjadi loyo. Sebaliknya, perbankan nasional tetap perkasa.
Dalam keterangannya, man Santosa, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengemukakan, satu indikator perkasanya industri perbankan nasional tercermin pada penyaluran pembiayaan alias kredit.
Hingga Mei 2024, kredit yang disalurkan perbankan nasional bernilai sangat fantastis. Secara tahunan, kredit perbankan bergeliat 12,15 persen atau menjadi Rp7.376 triliun.
Elemen lainnya, kata Aman Santosa, yakni permodalan yang kuat. Hingga Mei 2024, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan yakni 26,22 persen, level tertinggi selama ini, melebihi April 2024 yaitu 25,97 persen.
Sektor yang mendominasi penyaluran kredit perbankan nasional, lanjut Aman Santosa, yaitu Kredit Modal Kerja (KMK). Posisinya, sebut dia, Rp3.332,46 triliun atau 45,18 persen total kredit.
Sedangkan jenis kredit yang mengalami pergerakan positif terbesar yaitu Kredit Investasi. Perkembangan secara tahunan 14,80 persen.
Tidak hanya pembiayaan, tambah Aman Santosa, pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh industri perbankan nasional pun menunjukkan pergerakan positif.
Aman Santosa menuturkan, hingga Mei 2024, posisi DPK yang dikelola perbankan nasional berada pada level Rp8.699 triliun. Angka itu lebih besar 8,63 persen daripada pencapaian Mei 2023.
Gacornya penyaluran kredit tersebut, imbuhnya, diimbangi oleh posisi Non-Performing Loan (NPL) gross yang positif, yakni 2,34 persen.
“Rasio NPL Net pun berada pada level yang positif, yaitu 0,79 persen,” sahut Aman Santosa.
Khusus rasio NPL gross sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM), Aman Santosa mengklaim bahwa kondisinya stabil. Pada Mei 2024, pungkas Aman Santosa, posisi NPL gross UMKM yakni 4,27 persen. (*)
