KESATUCO – Pimpinan Pondok Pesantren Al Fath melepas belasan santri untuk mengabdi di Pulau Buru, Maluku selama enam bulan ke depan. Prosesi pelepasan tersebut dilakukan saat seminar yang dilaksanakan di Aula Ponpes Al Fath.
“Kami melepas kloter 4 program ustadz garis depan. Setiap kloter ada 12 santri. Mereka akan mengabdi dan membangun desa tertinggal di Pulau Buru Maluku,” ujarnya.
Dalam proses pengabdian selama enam bulan tersebut, para santri akan membangun daerah tersebut dari sisi pendidikan keagamaan. Baik melalui dakwah maupun mengajar di sekolah yang ada di sana.
Baca Juga: Jalani Kerjasama, Dana Bagi Hasil Sukabumi Bisa Meningkat
“Selain itu juga memberikan ilmu pendidikan umum, peningkatan kemampuan dalam IT (informasi Teknologi) serta kewirausahaan pertanian,” ucapnya.
Dampak dari semua itu, sudah ada 80 orang dari Pulau Buru Maluku yang mendapatkan beasiswa dari Al Fath. Mereka menimba ilmu di Al Fath dari mulai sekolah dasar sampai kuliah di STMIK AL Fath.
“Beasiswa ini benar-benar gratis. Semuanya kita fasilitasi. Dari mulai ongkos ke sini, tempat tinggal, hingga fasilitas belajar,” pungkasnya.
