KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan bergulirnya program Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah tercapai pada 2060,membuat korporasi-korporasi, khususnya yang berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan upaya-upaya konkret.
Di antaranya, turut mengakselerasi terbentuknya ekosistem Electric Vehicle (EV) alias kendaraan elektrik.
Adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) yang aktif mempercepat pembentukan ekosistem EV. Satu caranya, menambah aktivasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah, termasuk Jabar.
Bagaimana perkembangannya SPKLU di Bumi Pasundan?
Susiana Mutia, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, mengemukakan, pihaknya terus mengembangkan infrastruktur EV, termasuk SPKLU.
“Saat ini, kami mengaktifkan 219 SPKLU dan 286 buah charger di 26 kota-kabupaten wilayah Jabar, ” tandas Susi, sapaan akrab wanita berjilbab tersebut.
Baca Juga: Pelototi Pendaftaran Ayep-Bobby, Bawaslu Cium Dugaan Pelanggaran
Hebatnya, lanjut dia, seluruh infrastruktur pendukung terbentuknya ekosistem EV itu terintegrasi dengan aplikasi PLN Mobile atau Charge-in. Hal itu, jelas Susi, untuk mempermudah para pelanggan melakukan pengisian saya kendaraan elektrik.
Pada sisi lain, Susi mengklaim transaksi SPKLU trrus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juni 2024, pihaknya mencatat, terjadi sebanyak 67 ribu transaksi SPKLU.
“Kapasitasnya saya yang tertransaksikan yakni 1.303.863 KWh (Kilo Watt-hour). Secara nilai, nominal transaksi SPKLU pada posisi Rp3,2 miliar,” papar dia.
Pejabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, mengatakan Tatar Parahyangan punya beragam potensi yang luar biasa.
Tidak hanya sektor Usaha Mikro-Kecil Menengah (UMKM), perdagangan, industri, agro-bisnis, budaya, infrastruktur, otomotif, dan lainnya tetapi juga energi, semisal ketenagalistrikan.
“Jadi, sudah sepatutnya seluruh potensi itu yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat,” kata Bey Machmudin. (*)
