KESATUCO – Pj Sekda Kota Sukabumi M.Hasan Asari mengatakan, angka prevalensi stunting di daerahnya terus meningkat setiap tahunnya.
Bahkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2023, prevalensi stunting di Kota Sukabumi berada di angka 26,9 persen.
“Pada 2021,prevalensi stunting di angka 19,1 persen.Tahun 2022 menjadi 19,2 persen dan berada di bawah provinsi dan nasional, sedangkan pada 2023 mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen sehingga angka prevalensi 26,9 persen,” ujarnya saat menerima tim SSGI di Balai Kota Sukabumi, Jumat, 1 November 2024.
Dalam kegiatan tersebut, dirinya pun membeberkan data berdasarkan aplikasi online Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Di mana, jumlah keluarga tahun 2023 sebanyak 91.339 keluarga dan yang beresiko stunting 32.625 keluarga berdasarkan hasil verval KRS.
“Kota Sukabumi dengan luas wilayah 48,33 km2, tidak terlepas dari permasalahan serius terkait generasi penerusnya salah satunya stunting,” ucapnya.
Baca Juga: Bawaslu Pastikan Pengiriman Surat Suara Aman
Ketua Tim (SSGI) Firza Marhamah menjelaskan, bahwa kedatangannya yakni untuk menyurvei status gizi Indonesia.
Yang tujuannya untuk menghasilkan data, kemudian akan dilakukan survei secara menyeluruh.
“Upaya ini dilakukan ke 7 kecamatan. Dilaksanakan 43 hari ke depan dan semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk Kota Sukabumi,” pungkasnya.
