KESATU.CO – Di tengah keindahan alam yang masih asri, kisah inspiratif datang dari Isano Mbias, sebuah perkampungan di Distrik Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan. Berkat program pemberdayaan KlasterkuHidupku dari BRI, para petani di daerah ini, khususnya anggota Klaster Usaha Barokah Sayur, mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan.
Isano Mbias mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, namun daerah ini memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, mengandalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Klaster Usaha Barokah Sayur menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program pemberdayaan dari BRI dapat mengubah kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Terus Sempurnakan Pelayanan, KAI Hadirkan Harina Pagi, Aktivasinya 1 Februari 2025
Fidayat Rahman, Ketua Klaster Usaha Barokah Sayur, menceritakan bahwa kelompok usaha ini dibentuk pada tahun 2023 dengan bimbingan seorang Mantri BRI, Agustina Etiwory, yang akrab disapa Ina.
“Awalnya saya pertama ketemu dengan Mbak Ina, beliau kan Mantri di sini. Dari beliau juga, saya diarahkan untuk membuat kelompok KlasterkuHidupku ini. Akhirnya saya mencari anggota yaitu saya sendiri dan 9 anggota lainnya dengan bimbingannya Mbak Ina juga. Jadi klaster ini pertama kali dibentuk pada 2023,” ungkap Fidayat.
Kegiatan ekonomi di Isano Mbias lebih banyak berfokus pada bercocok tanam, baik padi maupun sayuran.
Baca Juga: Toyota-Daihatsu Memang Penguasa Pasar Otomotif Nasional, Ekspornya pun Masif, Jumlahnya Sebanyak Ini
“Kalau untuk kegiatannya di masing-masing usaha karena kami punya lahan masing-masing. Tapi ada kalanya kami berkumpul untuk sharing demi kemajuan kelompok. Biasanya yang dibahas adalah bagaimana ke depannya supaya pertaniannya lebih baik lagi,” tuturnya.
Para anggota Klaster Usaha Barokah Sayur mengadopsi sistem pertanian hortikultura, menghasilkan berbagai sayuran seperti daun bawang, cabai, tomat, kubis, dan sawi.
Dalam hal pemasaran, hasil panen mereka sudah memiliki pengepul yang siap menerima dan mendistribusikannya ke masyarakat. Namun, Fidayat mengakui bahwa omzet yang diperoleh tidak menentu, tergantung pada fluktuasi harga pasar.
Baca Juga: Begini Akibatnya Kalau Masih Abai Aturan: Ada Pria Tewas Tersambar Kereta di Stasiun Indihiang
Program KlasterkuHidupku BRI Tingkatkan Kesejahteraan Anggota
Sejak bergabung dengan program KlasterkuHidupku dari BRI, Fidayat dan anggota lainnya merasakan dampak positif yang signifikan. BRI memberikan berbagai bantuan, termasuk pembiayaan yang menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha.
“Kelompok kami juga mendapatkan bantuan dari BRI seperti mesin cultivator, tangki semprot untuk spray dan alkon untuk pompa air lengkap dengan selangnya juga. Alat-alat ini sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas anggota kelompok,” jelasnya.
Selain bantuan finansial dan peralatan, anggota klaster juga mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Salah satu pelatihan yang sangat bermanfaat adalah tentang pengendalian hama, yang menjadi tantangan utama bagi para petani di Isano Mbias.
“Hama jadi salah satu tantangannya. Saat cuaca panas kalau kita tanam daun bawang, hama akan lebih susah diatasi. Dengan adanya pelatihan dari BRI yang kita dapat, kita bisa menambah wawasan,” ungkap Fidayat.
Sebagai ketua klaster, Fidayat mengaku sangat bersyukur dengan berbagai program BRI dalam mendukung para petani di wilayah tersebut.
Baca Juga: TikTok Diblokir di AS, Begini Janji Donald Trump Atasi Problem Itu usai Dilantik Jadi Presiden
“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk BRI karena sudah memberikan dukungan kepada klaster usaha kami seperti alat-alat yang diberikan sehingga membantu produktivitas kami. Lalu kami juga mendapatkan pinjaman yang bisa menambah modal. Dengan adanya BRI, kami sangat terbantu,” ujar Fidayat.
Ia pun berharap agar kerja sama dengan BRI bisa terus berjalan berkesinambungan dan para petani pun semakin dimudahkan jika membutuhkan bantuan.
“Harapannya, ke depannya mudah-mudahan semakin dimudahkan jika membutuhkan bantuan modal, alat, dan bantuan lainnya. Semoga kerja samanya berjalan terus untuk membantu dan mengapresiasi petani yang lain,” tutup Fidayat.
Baca Juga: Tembus 38,61 Juta Pengguna, Super Apps BRImo Jadi Terbesar di Indonesia, Simak Fitur Unggulannya
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa pemberdayaan Klaster Usaha merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha, dalam satu wilayah sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya.
Hingga akhir Desember 2024 tercatat BRI telah memiliki 38.574 klaster usaha yang tergabung dalam program KlasterkuHidupku, dan 47,61% diantaranya merupakan klaster pertanian. Supari menambahkan bahwa program pemberdayaan klaster merupakan salah satu bentuk dukungan nyata komitmen BRI dalam mendukung Asta Cita terutama dalam mendorong swasembada pangan.
Baca Juga: Ada Long Weekend Lagi Bulan Ini, KAI Siapkan Puluhan Ribu Lembar Tiket dan Aktifkan Kereta Tambahan
“Secara umum, strategi bisnis mikro BRI akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada pelaku UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi,” kata Supari.***
