KESATUCO – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita mengaku kecewa atas pembangunan jembatan sementara di Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Pasalnya, jembatan yang menjadi alternatif pasca yang utama rusak diterjang banjir ini, dinilai pembangunannnya dilakukan tanpa kajian teknis memadai.
“Proyek darurat ini terkesan terburu-buru dan mengabaikan aspek keselamatan warga,’ ujarnya.
Baca Juga: Program Wakaf jadi Perhatian DPRD, Danny : Akan Dibahas di Komisi I dan III
Menurutnya, seharusnya pembangunan jembatan sementara itu tetap dirancang sebaik mungkin. Hal itu dengan mempertimbangkan ketahanan dan keselamatan masyarakat.
“Pemerintah seharusnya tidak hanya mengedepankan respon cepat, tapi memastikan pembangunannya dirancang baik dan mempertimbangkan ketahanan serta keselamatan masyarakat,” ucapnya.
Hal yang tak kalah penting, menurutnya berkaitan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Termasuk dalam proyek infrastruktur darurat.
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Kritisi Program Wakaf, Begini Menurutnya
“Meskipun sifatnya sementara, tetap harus memenuhi standar teknis. Ini bukan hanya soal anggaran, tapi soal nyawa dan keberlanjutan fungsi akses warga,’ ungkapnya
Bahkan dia menegaskan, proyek yang dikerjakan asal-asalan berisiko menguras keuangan daerah. Bahkan bisa tak memberikan manfaat jangka pangjang.
“Ini pun harus menjadi perhatian semuanya,” pungkasnya.
