KESATUCO – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menekankan pentingnya bentuk ekosistem pemerintah dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual dan moral. Terutama dari sisi tata Kelola pemerintahan.
“Penyusunan rencana strategis tidak boleh hanya didasari pada persoalan teknis dan keterbatasan anggaran. Perlu dibentuk ekosistem pemerintahan yang kuat dengan mengedepankan nilai-nilai spiritual dan moral dalam tata Kelola,” ujarnya.
Bahkan dirinya menyebutkan ada empat pilar penting yang harus menjadi pondasi. Empat pilar tersebut menurutnya merupakan nilai-nilai kenabian.
Baca Juga: DPRD Minta Pemerintah Kota Sukabumi Buka-Bukaan, Ternyata Soal Ini
“Siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, serta sinergi antara ulama, umaro, dan aghniya,” ucapnya.
Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh bersifat eksklusif dan tersegmentasi. Dalam hal ini, pemerintah harus hadir untuk semua kalangan, termasuk kelompok masyarakat miskin.
“Jika ulama, umaro, aghniya, dan fuqoro, bersatu, maka cita-cita mewujudkan kesejahteraan akan menjadi nyata,” ungkapnya.
Baca Juga: DPP Apdesi Sebut Purwakarta Jadi Pelopor Penerapan Program Pendidikan Karakter ala Militer
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, mengatakan rencana strategis Bappeda mengacu pada visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi.
Selain itu, penyusunannya pun menyesuaikan dengan program prioritas setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Forum ini, menjadi wadah untuk mengonsolidasikan seluruh masukan menjadi kebijakan makro pembangunan kota,” bebernya.
Baca Juga: Om Zein Resmi Melepas 445 Jamaah Haji Asal Purwakarta
Selain itu, perencanaan tematik menjadi pendekatan utama dalam penyusunan rencana strategis.
“Jadi, setiap SKPD harus menyusun perencanaan lima tahunan yang sesuai dengan tupoksi masing-masing, baik di bidang perizinan, kebersihan, kesehatan, sosial, ketertiban, maupun ketenagakerjaan,”pungkasnya
