KESATU.CO – Dalam upaya memperkuat kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra (PDSN), tim dosen Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) bersama SLB Negeri A (SLBNA) Citeureup Kota Cimahi mengembangkan sebuah inovasi teknologi cerdas bernama GuideX-POLBAN. Alat ini berfungsi membantu PDSN dalam mengenali posisi, jarak, dan arah langkah terhadap pengguna lainnya, dengan sistem panduan berbasis posisi-jarak yang bekerja otomatis dan real time.
Kegiatan pengembangan GuideX-POLBAN dipimpin oleh Tata Supriyadi, S.T., M.T., dosen Jurusan Teknik Elektro POLBAN, yang berperan sebagai ketua tim sekaligus penanggung jawab utama dalam perancangan sistem dan integrasi teknologi. Menurutnya, ide dasar GuideX-POLBAN berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana PDSN sering kali kesulitan mengenali arah dan posisi rekan mereka dalam lingkungan sekolah. “Kami ingin menciptakan alat bantu yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan pengguna dan dapat digunakan tanpa ketergantungan pada jaringan internet,” ungkap Tata.
Anggota tim, Ridwan Solihin, D.U.T., S.ST., M.T., turut berperan dalam perancangan sistem elektronik dan komunikasi radio. Ia menjelaskan bahwa GuideX-POLBAN menggunakan kombinasi beberapa teknologi, yaitu kompas digital GY26, Global Navigation Satellite System (GNSS) NEO-M8N, radio long range (LoRa) LiLyGO, dan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data. Kombinasi ini memungkinkan sistem bekerja mandiri dan efisien dengan jangkauan sinyal yang luas tanpa internet/WiFi serta konsumsi daya rendah.
Sementara itu, Budi Setiadi, S.T., M.T., bertanggung jawab dalam penyusunan algoritma dan sistem logika berbasis metode ilmiah Haversine dan Bearing. Ia menjelaskan bahwa kedua metode tersebut digunakan untuk menghitung jarak dan arah antar pengguna berdasarkan koordinat lintang dan bujur yang diterima dari GNSS. “Data yang diperoleh kemudian diterjemahkan menjadi isyarat suara yang mudah dipahami oleh pengguna, sehingga mereka dapat menentukan arah langkah dengan lebih tepat,” jelas Budi.
Dari pihak mitra, Andri Sugeng Prayitno, M.Pd., selaku pendamping dari SLBNA Citeureup, memberikan kontribusi penting dalam penyelarasan sistem dari sisi psikologi pendidikan disabilitas. Ia memastikan bahwa setiap fitur alat tetap mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, dan kemampuan adaptasi PDSN. “Alat ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang empati dan pemahaman terhadap cara berpikir serta respon anak-anak PDSN terhadap rangsangan suara,” ujarnya.
Prinsip kerja GuideX-POLBAN dimulai saat dua perangkat aktif bersamaan. Ketika salah satu pengguna menekan tombol panik, sistem akan mulai bertukar data koordinat melalui radio LoRa SX1276, kemudian menghitung jarak dan arah menggunakan kedua metode ilmiah tersebut. Selain itu, perangkat juga memiliki sistem navigasi otomatis yang bekerja berdasarkan sensor kompas GY26 untuk membantu pengguna melangkah menuju arah target dengan panduan isyarat suara yang diperbarui setiap lima detik. Sebagai fitur keselamatan tambahan, sistem akan nonaktif otomatis ketika salah satu tombol panik ditekan sesaat, mencegah alat bekerja tanpa kontrol pengguna.
Baca Juga: Koperasi Sauyunan: Inovasi Dekranasda Kota Bandung, Pertama di Indonesia
Melalui kolaborasi ini, tim POLBAN bersama SLBNA Citeureup berharap GuideX-POLBAN dapat menjadi solusi nyata dalam membantu mobilitas mandiri dan interaksi sosial PDSN di lingkungan sekolah maupun ruang publik. Ke depan, tim berencana mengembangkan versi lanjutan dengan integrasi peta digital dan komunikasi dua arah berbasis LoRa Mesh, sehingga perangkat dapat digunakan lebih luas dalam ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia.
Inovasi GuideX-POLBAN menjadi bukti bahwa perpaduan keahlian teknis, empati sosial, dan kolaborasi pendidikan mampu melahirkan teknologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga bermakna bagi peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Sebagai penutup, tim pengembang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap produk prototipe ini melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, berdasarkan kontrak utama No. 41/SPK/C.C4/PPK.DHK/VII/2025 dan kontrak turunan No. 478.1/R7/PE.08.01/2025. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan inovasi GuideX-POLBAN sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi inklusif di Indonesia.
