KESATUCO – Ketua Bidang I TP PKK Kota Sukabumi, Kia Florita, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga keseimbangan antara karier dan keharmonisan rumah tangga di tengah dinamika pernikahan modern.
Hal tersebut disampaikan Kia Florita saat mengisi Workshop Karier dan Rumah Tangga dalam rangkaian Sukabumi Wedding Expo 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Minggu 1 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Kia menekankan bahwa komunikasi yang sehat, saling memahami, serta kesiapan untuk mengendalikan ego menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis.
Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Tekankan Pentingnya Rekam KTP El bagi Penduduk Usia 17 Tahun
“Pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga kesiapan untuk saling mengerti dan menurunkan ego,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalaman perjalanan rumah tangganya yang telah berjalan selama 16 tahun, termasuk masa sebelum menikah ketika salah satu pasangan berkarier di dunia hiburan.
Menurutnya, perbedaan ambisi dan tujuan hidup kerap menjadi tantangan, sehingga dibutuhkan pengorbanan dan kesepakatan bersama.
“Dalam perjalanan itu, ada keputusan besar yang harus diambil demi menjaga keutuhan rumah tangga,” ungkapnya.
Kia menambahkan, setiap permasalahan rumah tangga sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin sebelum menjalani aktivitas lain, agar tidak berdampak pada keharmonisan hubungan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan, termasuk dalam pengelolaan keuangan keluarga, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama pasangan suami istri.
Baca Juga: Puluhan Anggota DPRD Sukabumi Reses Ke Dapil, Ayo Siapkan Aspirasi!
“Jodoh adalah cerminan diri. Pernikahan menjadi ruang untuk saling bertumbuh dan memperbaiki diri,” katanya.
Sementara itu, kegiatan yang digagas Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) DPC Kota Sukabumi tersebut tidak hanya menampilkan promosi industri pernikahan, tetapi juga menghadirkan edukasi nilai-nilai keluarga yang relevan bagi pasangan muda dan masyarakat umum.
Melalui workshop ini, ASPEDI berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pernikahan sebagai proses membangun kehidupan bersama, bukan sekadar seremoni.
