KESATU.CO, PURWAKARTA – Di balik hangatnya segelas minuman rempah yang kini viral di Purwakarta, tersimpan cerita tentang mimpi, keberanian, dan keyakinan seorang pengusaha lokal. Dialah Acep Supriatna, owner Kangen Rempah Purwakarta, yang memulai langkahnya pada September 2024 dengan satu tekad sederhana: menghidupkan kembali kejayaan rempah dalam kemasan modern.
Kini, Kangen Rempah Purwakarta bisa ditemui di Jalan Kemuning (Pasar Ayam Kemuning), pinggir rel kereta api, sebuah lokasi yang sederhana namun selalu ramai oleh pelanggan yang penasaran dengan racikan hangatnya.
Baca Juga: Pemdaprov Jabar Beri Pendampingan Warga Jabar Korban Kasus TPPO di NTT
Bagi sebagian orang, rempah hanyalah bahan dapur. Namun bagi Acep, rempah adalah identitas, warisan, sekaligus peluang. Ia melihat semakin banyak masyarakat yang mulai peduli pada gaya hidup sehat, tetapi belum banyak pilihan minuman tradisional yang dikemas menarik dan relevan untuk generasi muda.
“Saya ingin rempah tidak hanya dikenang sebagai tradisi, tapi bisa dinikmati dan dibanggakan hari ini,” ujar Acep.
Baca Juga: Imam Sutrisno: Masa Nontahapan Pemilu Tetap Krusial
Berawal dari Keyakinan, Bukan Sekadar TrenbKeputusan memulai usaha bukan tanpa tantangan. Di tengah persaingan bisnis minuman kekinian, memilih jalur rempah bukan langkah yang mudah. Namun Acep percaya bahwa sesuatu yang lahir dari keyakinan dan kecintaan memiliki daya tahan lebih kuat.
Secara tidak langsung, ia mengungkapkan bahwa Kangen Rempah bukan hanya soal bisnis, tetapi tentang membangun kebanggaan terhadap produk lokal. Ia ingin membuktikan bahwa minuman tradisional bisa tampil estetik, modern, dan tetap menjaga khasiat alaminya.
“Kami ingin orang muda bangga minum rempah. Tampilannya menarik, rasanya enak, tapi tetap sehat,” tambahnya.
Viral Karena Cerita dan Rasa
Seiring waktu, Kangen Rempah Purwakarta mulai mencuri perhatian. Media sosial menjadi ruang penyebaran cerita. Pelanggan bukan hanya datang untuk membeli minuman, tetapi juga merasakan pengalaman—tentang rasa hangat, tentang nostalgia, dan tentang dukungan pada usaha lokal.
Dari lapak sederhana di pinggir rel kereta api, Jalan Kemuning, aroma jahe dan sereh sering kali tercium lebih dulu sebelum pelanggan melihat gerainya.
Kesuksesan yang diraih dalam waktu relatif singkat ini tidak lepas dari konsistensi kualitas dan konsep yang kuat. Dari racikan jahe, kunyit, hingga sereh pilihan, setiap gelas membawa pesan bahwa tradisi bisa berdampingan dengan modernitas.
Baca Juga: Dijemput KDM, Korban Kasus Dugaan Kekerasan di NTT Dipulangkan ke Jabar
Mimpi yang Lebih Besar dari Sekadar Viral
Meski kini dikenal luas di Purwakarta, Acep tidak berhenti pada popularitas. Ia memiliki mimpi lebih besar: menjadikan Kangen Rempah sebagai ikon minuman lokal yang mampu bersaing lebih luas.
Ia berharap usaha yang dirintisnya sejak September 2024 ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk berani mengangkat potensi daerah.
“Saya ingin Kangen Rempah bukan hanya viral, tapi bertahan dan berkembang. Kalau kita percaya pada produk sendiri, orang lain juga akan percaya,” tutupnya. Di balik segelas rempah yang hangat, tersimpan cerita tentang mimpi yang sedang tumbuh—dari Purwakarta, untuk Indonesia. ***
